Manusia Silver di Bali
BIKIN Resah! Aksi Mengemis Tapi Todongkan Pisau, Manusia Silver Berseliweran di Denpasar dan Badung
Aksi mengemis dengan menjadi manusia silver sangat meresahkan warga Bali khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Pihaknya menambahkan, petugas rutin menggelar patroli untuk melakukan penertiban. “Kalau kami mendapatkan penertiban manusia silver, akan kami serahkan ke Dinsos Kota Denpasar untuk proses selanjutnya,” paparnya.
Pihaknya juga melakukan penertiban pada 13 Mei 2026 kemarin di sejumlah titik traffic light. Petugas berhasil menertibkan sebanyak 2 pengamen, 2 manusia silver, 13 pengemis dan 1 pedagang krupuk yang berjualan di beberapa persimpangan.
Semua yang terjaring diberikan pembinaan dan pendataan sesuai prosedur yang berlaku. “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta menciptakan suasana kota yang aman dan tertib,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang di jalan kepada pengamen maupun manusia silver. “Hal ini untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan,” katanya. (ian/sup)
| Manusia Silver Kian Menjamur di Denpasar, Sosiolog Unud: Motif Ekonomi di Tengah Kerasnya Persaingan |
|
|---|
| Asal-usul Manusia Silver, Bukan Berasal dari Bali, Kian Meresahkan hingga Bawa Sajam |
|
|---|
| Kian Meresahkan, Manusia Silver yang Todongkan Pisau ke Pengendara Diamankan Polsek Kuta |
|
|---|
| Fakta Baru Manusia Silver Todong Pisau di Kuta Bali, Pelaku Ngaku Disuruh Ujang |
|
|---|
| Korban Trauma, Polisi Ungkap Motif Manusia Silver Todong Pengguna Jalan di Kuta Bali: Uang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Manusia-silver-di-Klungkung-dan-Kuta-563.jpg)