Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Serentak di Bali

Gelar Rapat Keluarga, Suwandhi Putuskan Sikap Politik Hari Ini

Sepintas Oka memberi sinyal rapat keluarga yang sedang berjalan untuk membahas sikap Suwandhi dalam menghadapi Pilwali Denpasar yang digelar dalam Pil

Tayang:
Penulis: Robison Gamar | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribum Bali/I Nyoman Mahayasa
Pasangan calon walikota dan wakil wali kota I Ketut Suwandhi (kiri) dan I Made Arjaya (tengah) tampak tertawa saat bercengkrama di rumah Suwandhi Jalan Veteran, Denpasar, Kamis (6/8/2015) malam. Suwandhi akan menentukan sikap hari ini terkait pencalonannya sebagai wali kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suasana di kediaman Ketut Suwandhi di Jalan Veteran, Denpasar, Bali, terasa tenang, Kamis (6/8/2015) tadi malam.

Pria berkumis ini terlihat duduk bersila bersama sejumlah kerabat di teras bale dangin rumahnya yang ber-style Bali.

Suwandhi ternyata sedang menggelar rapat keluarga terkait pencalonannya dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Kota Denpasar.

Mengenakan sarung dan baju kaos berwarna putih, Suwandhi terlibat pembicaraan dengan para kerabat.

Mereka memakai pakaian adat Bali madya.

Karena merupakan pertemuan keluarga, media tidak diijinkan mendekat atau mengambil gambar.

Awak Tribun Bali kemudian diajak putra sulung Suwandhi, Oka Mahendra, duduk di wantilan yang terletak di sisi barat.

Oka Mahendra kemudian meminta tidak bicara soal politik.

"Suasana bapak lagi seperti ini, jangan ngomong politik dulu ya," kata Oka Mahendra.

Sepintas Oka memberi sinyal rapat keluarga yang sedang berjalan untuk membahas sikap Suwandhi dalam menghadapi Pilwali Denpasar yang digelar dalam Pilkada serentak 2015 pada 9 Desember mendatang.

Ditanya soal sikap ayahnya, Oka Mahendra enggan membocorkan. Namun, dibandingkan pertemuan dengan Tribun Bali dua hari lalu di rumahnya juga, raut wajah Oka terlihat lebih santai.

Sebelumnya, Oka Mahendra mengatakan pihak keluarga berharap Suwandhi mengurungkan diri untuk maju sebagai calon wali kota dalam Pilwali tahun ini.

Faktor kesehatan menjadi alasan utama.

Sang istri, Sri Maryati, bahkan seringkali sampai menangis karena tak ingin suaminya bertarung dalam Pilwali.

Namun keputusan akhir tetap berada di tangan ayahnya.

Tadi malam, Oka mengatakan bahwa pada Jumat (7/8/2015) hari ini semuanya akan jelas terkait sikap politik sang ayah.

Apakah maju dalam Pilwali atau sebaliknya mundur.

"Tenang saja besok (hari ini, red) semuanya sudah jelas," ujarnya. 

Setelah kerabat Suwandhi bubar pukul 21.00 Wita, calon wakil yang digadang-gadang mendampingi Suwandhi, I Made Arjaya, tiba.

Arjaya mengenakan baju merah dengan udeng poleng di kepala. Suasana terlihat cair.

Suwandhi kemudian mengajak awak Tribun Bali ngobrol bersama Arjaya.

"Besok (hari ini, red) sajalah omong soal politik, kita santai-santai saja dulu," kata Suwandhi diikuti tawa. Arjaya pun ikut tertawa.

Seiring obrolan yang makin hangat, Suwandhi kemudian melemparkan selentingan politik yang ditujukan pada Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

"Gus Rai tak perlu khawatir apakah Denpasar ada wali kota atau tidak. Tunggu saja, apakah setelah 9 Desember 2015 atau setelah 2017," kata politisi senior Partai Golkar ini.

Karena itu masyarakat Denpasar diminta tenang.

Tidak perlu larut dalam hiruk pikuk politik.

Sebab hari ini akan jelas apakah Sang Jenderal Kota --julukan Suwandhi-- maju bertarung atau seperti apa.

Suwandhi sempat sesumbar, bahwa Jendral Kota urusannya soal strategi. Ada pasukan yang bergerak di lapangan.

"Saya tidak pernah di lapangan walau sedang bertarung," katanya.

Nada serupa disampaikan Arjaya.

Politisi asal Sanur ini mengatakan siap bertarung. Soal waktunya kapan akan segera ditentukan.

Namun, Arjaya sempat memberi sinyal soal waktu, yakni 2017.

"Kan kasian pak wali kota capek ngurusin rakyat. Kita kasi waktu ia istirahat dua tahun sampai 2017..hahaha.," kelakar politisi PDIP ini.

Usai bercengkrama, keduanya kemudian melanjutkan pembicaraan secara pribadi berdua. Apapun keputusannya akan disampaikan kepada publik hari ini, yang merupakan batas terakhir bagi calon untuk melengkapi persyaratan pencalonan. 

Saat ini ada dua pasangan calon yang mendaftar di Pilwali Denpasar. Masing-masing pasangan incumbent yang diusung PDIP dan NasDem, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara (Dharma Negara) dan pasangan dari Koaliasi Bali Mandara (KBM) Suwandhi dan Arjaya.

Sosok Suwandhi kini menjadi "kunci" nasib Pilwali Denpasar.

Dialah yang menentukan jadi atau ditundanya Pilwali Denpasar.

Jika sampai hari ini Suwandhi tidak melengkapi berkas surat pernyatan pengunduran diri sebagai anggota DPRD Bali, maka dia akan tercoret dari pencalonan.

Dengan demikian, Pilwali bisa diundur sampai 2017 karena sesuai Undang-Undang minimal harus ada dua calon.

Apalagi jika setelah Suwandhi mundur, partai pengusung tidak menggantinya dengan calon baru di masa pendaftaran tahap 2 yang dibuka Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar.

Hingga kemarin, Suwandhi belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD.

Ia sekarang hanya memiliki waktu hari ini sampai pukul 16.00 Wita untuk menyetor berkas surat pengunduran diri.

Adapun Ketua Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira mengklaim Suwandhi masih siap maju bertarung.

Tapi ditanya soal apakah akan mengurus surat pernyataan pengunduran diri pada hari terakhir, Wandira malah menggantung jawabanya.

“Menurut Suwandhi akan diurus, kita tunggu saja,” kata Wandira, yang mengaku sempat bertemu Suwandhi kemarin.

Mengenai rencana cadangan untuk mengusung calon baru jika Suwandhi benar-benar kandas di pencalonan, Wandira belum berani berspekulasi.

Sebab, Golkar tergabung dalam koalisi. Apapun keputusannya akan dibicarakan bersama.

“Semua tergantung koalisi, kita lihat saja nanti,” kata ketua tim pemenangan Suwandhi dan Arjaya ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved