Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Inspirasi

Pria Pemeran Dadong Rerod, Karakter Nenek yang Terbawa di Kehidupan Nyata

Banyak orang bertanya, siapa sesungguhnya sosok di balik tokoh Dadong Rerod. Ini dia orangnya.

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
I Wayan Juana beraksi saat menjadi Dadong Rerod. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Banyak orang bertanya, siapa sesungguhnya sosok di balik tokoh Dadong Rerod.

Pelawak yang hampir setiap minggu menghibur nyama Bali itu ialah I Wayan Juana Adi Saputra SSn, laki-laki asal Desa Slemadeg, Tabanan, Bali.

Selama ini, barangkali masyarakat lebih mengenal Dadong Rerod tinimbang Juana.

Proses penemuan dan penciptaan tokoh Dadong Rerod yang energik itu tentu bukanlah sesuatu yang mudah.

Juana harus mencoba berulang kali, hingga ia merasa benar-benar masuk dalam penjiwaan sang dadong (nenek).   

“Menjadi nenek-nenek itu susah, karena kita harus bungkuk dan bermain dengan kaki yang ditekuk sedikit. Itu sakitnya bukan main. Sekarang saya tidak bisa kalau main lama-lama,” tutur Juana saat ditemui Tribun Bali di kediamannya, Jalan Kaswari, Penatih, Denpasar.


(Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa)

Sosok Dadong Rerod telah melekat kuat dalam diri Juana.

Di depan kediamannya, terdapat batu ukir bertuliskan Dadong Rerod.

Selain itu, di balai peristirahatan, juga terdapat lukisan dan foto dirinya dalam riasan Dadong Rerod.

Orang-orang di sekitar tempat tinggalnya bahkan memanggil dirinya dengan sebutan dadong.


(Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa)

Saking seringnya memerankan tokoh itu, kadang Juana tidak bisa membedakan antara dirinya sebagai Wayan Juana atau Dadong Rerod.

Sebab karakter nenek yang cerewet, cepat cakapnya, kocak, dan energik, terbawa pula pada kehidupan sehari-hari Juana.

“Tapi ya, tetap terkontrol juga. Pastinya, begitu mulai berhias dan menggunakan pakaian dadong, seutuhnya saya sudah berganti peran. Tidak ada lagi Juana, tapi menjadi Dadong Rerod. Apalagi kalau sudah memasang tengkuluk (penutup kepala), beda sekali rasanya. Seperti ada taksu,” katanya. Dadong Rerod juga dicirikan dengan kacamatanya yang khas dan unik, yakni kacamata tua tanpa lensa.

Juana mengaku, dalam memerankan tokohnya itu, dia banyak bercermin pada kehidupan keluarga terdekatnya.

Dia menilai, karakter ibunya yang kini sudah menua ternyata tidaklah jauh berbeda dengan Dadong Rerod yang usianya sekitar 75 atau 80 tahun.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved