Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Serentak di Bali

KBM Cari Pengganti Suwandhi, Apakah Made Arjaya Penggantinya?

Karena Suwandhi mundur, maka Gerindra berencana mengusung pasangan calon (Paslon) baru dalam Pilwali.

Tayang:
Penulis: Robison Gamar | Editor: Irma Yudistirani
Tribum Bali/I Nyoman Mahayasa
Pasangan calon walikota dan wakil wali kota I Ketut Suwandhi (kiri) dan I Made Arjaya (tengah) tampak tertawa saat bercengkrama di rumah Suwandhi Jalan Veteran, Denpasar, Kamis (6/8/2015) malam. Suwandhi akan menentukan sikap hari ini terkait pencalonannya sebagai wali kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Koalisi Bali Mandara (KBM) yang digawangi Demokrat, Golkar, dan Gerindra siap mengusung pasangan calon baru menghadapi Pilwali Denpasar, menyusul lempar handuknya Ketut Suwandhi dari pencalonan.

Opsi mendorong Made Arjaya dari calon wakil wali kota ke posisi calon wali kota menggantikan Suwandhi menguat.

Ketua Gerindra Bali, IB Putu Sukarta mengatakan, Gerindra ingin proses demokratisasi di Denpasar berjalan dengan tetap ambil bagian dalam Pilkada serentak 2015.

(Penetapan Calon Wali Kota Suwandhi dan Pasangannya Tetap Diikutkan)

Karena Suwandhi mundur, maka Gerindra berencana mengusung pasangan calon (Paslon) baru dalam Pilwali.

“Gerindra akan memberikan dukungan jika nanti KBM mengusung calon baru agar Pilkada serentak bisa berjalan sesuai rencana pemerintah,” kata Sukarta, Minggu (9/8/2015).

Menurutnya, tanggung jawab Parpol harusnya selesai ketika menerbitkan rekomendasi dan mendaftarkan Paslon ke KPU.

Tapi karena kondisinya berubah, maka tidak ada pilihan lain kecuali menyiapkan Paslon baru.

Mengenai munculnya wacana Arjaya didorong ke calon wali kota, Sukarta menyatakan dukungannya.

Hanya saja, perlu dibahas terlebih dulu bersama mitra koalisi di KBM.

“Kalau memang dia (Arjaya) serius kita dukung, tapi perlu dicarikan pendampingnya bersama koalisi,” lanjut Sukarta.

Tapi jika pada tahun ini Pilwali gagal digelar, Gerindra akan mengevaluasi langkah yang dilakukan sebelum 2017 tiba.

Pasalnya, situasi tentu akan berkembang, kandidat yang diusung bisa saja sama atau sebaliknya, mencari kandidat baru.

(Arjaya Siap Mencalonkan Diri Sebagai Wali Kota Denpasar, Menggantikan Suwandhi)

“Kalau diundur ke 2017 situasinya pasti berubah, belum tentu akan mendukung calon yang sama,” kata Sukarta.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved