Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tindakan Tak Senonoh Oknum Kepala Dinas Jembrana Disaksikan Staf Lain

Kejadian yang menimpa korban pelecehan seksual, ES, oleh IMY (50) sudah tersebar ceritanya di lingkungan Kantor Pemkab Jembrana, kemarin (11/8/2015).

Editor: Irma Yudistirani
Infografis dan ilustrasi Tribun Bali/ Prima/ Dwi Suputra
Kepala Dinas Mesum di Kantor 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Kejadian yang menimpa korban pelecehan seksual, ES, yang diduga kuat dilakukan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Jembrana, IMY (50 tahun), itu sudah tersebar ceritanya di lingkungan Kantor Pemkab Jembrana, kemarin (11/8/2015).

Ketika IMY coba dihubungi beberapa kali melalui telepon selulernya pada Selasa (11/8/2015), terdengar nada sambung namun telepon tidak diangkat.

Ketika dikonfirmasi tentang kejadian tersebut melalui pesan singkat ke nomor ponselnya, IMY juga tidak meresponnya.

(LBH: Sanksi Pencopotan Jabatan Terlalu Ringan Untuk Oknum Pelecehan) 

Suami korban, IPES menuturkan bahwa dirinya sudah menaruh kecurigaan kepada IMY.

Pasalnya, dalam 2 minggu terakhir istrinya beberapa kali menuturkan bahwa ia sering dihubungi IMY dengan maksud yang tidak jelas.

Pada Sabtu 8 Agustus itu, kata IPES, istrinya bilang diminta lembur dengan alasan persiapan HUT Kota Negara.

Sabtu sebetulnya merupakan hari libur di kantor pemerintahan.

Karena curiga, IPES yang bekerja sebagai sopir di Bagian Protokol Pemkab Jembrana memutuskan untuk memantau situasi di Kantor Disperindagkop, yang berada di kompleks Kantor Bupati Jembrana itu.

Menjelang siang, IPES melihat mobil IMY tiba di kantor.

Tak lama berselang, istrinya pun datang sesuai perintah dari atasannya tersebut.

IPES kemudian bergegas menuju lantai II Kantor Disperindagkop.

"Hari itu firasat saya buruk sekali, sampai-sampai saya menempelkan telinga ke tembok ruangan IMY untuk menguping pembicaraan. Habis itu, dari dalam terdengar teriakan dari istri saya, sampai 3 kali," beber IPES saat ditemui Tribun Bali di rumahnya di Kelurahan Dauh Waru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana.

Mendengar teriakan istrinya, spontan IPES lari membuka pintu ruang kerja IMY yang tidak terkunci.

Ia sempat melihat tubuh istrinya digerayangi oleh IMY.

“Saya saat itu sempat berpikir orang ini harus mati. Saya sempat bersitegang dengan IMY, kemudian dilerai oleh Satpol PP,” kata IPES yang didampingi ES yang terlihat masih shock.

(Suami Pergoki Kepala Dinas Lakukan Pelecehan Seksual Istrinya)

ES dan IPES dikaruniai seorang anak dari pernikahan mereka.

ES menambahkan, pelecehan seksual terhadapnya terjadi beberapa kali pada Sabtu 8 Agustus itu.

Awalnya, ia dihubungi IMY dan diminta bertugas menjaga stan Dewan Kerajinan Tangan Nasional Daerah (Dekranasda) Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) pada pukul 08.00 Wita.

Setelah itu, ES ditelepon IMY untuk mengambil jadwal HUT  Kota Negara di ruangan IMY pada pukul 11.00 Wita.

Tiba di kantor, ES mengambil lembaran jadwal HUT Kota Negara itu.

Saat memfotokopi di ruang Bidang Perindustrian, ES bertemu IMY.

Tiba-tiba IMY memegang pantat ES, yang juga disaksikan seorang staf lain.

ES spontan teriak, dan IMY pergi.

Setelah staf lain itu juga pergi, IMY ternyata muncul lagi.

IMY kembali melancarkan aksi yang sama bahkan lebih berani.

ES pun berteriak lebih kencang.

Namun diminta IMY untuk tidak gaduh.

Tak sampai di situ ternyata ceritanya.

Tak berapa lama kemudian, ES masuk toilet karena ingin buang air kecil.

Tak disangka, IMY berada di pintu masuk kamar mandi.

ES menyebut, IMY sempat menantang ES untuk menanggalkan pakaiannya.

ES lantas bergegas keluar toilet, dan menuju ke ruang kerja IMY karena hendak mengambil tasnya, yang tertinggal di ruang kerja yang terletak di lantai II itu.

Saat itu IMY ternyata tetap berulah, bahkan makin menjadi-jadi.

IMY menciumi dan memaksa memangku ES.

Sempat shock, ES beberapa kali berontak dan teriak.

"Saat itu saya berontak dan berteriak `pak jangan pak, jangan`. Pas itu, pintunya dibuka oleh suami saya.Untung muncul suami saya. Kalau tidak, mungkin saya sudah diperkosa.Habis itu saya langsung diajak suami turun. Sempat terjadi ketegangan antara suami dengan IMY tapi dilerai oleh petugas Satpol PP," kata ES.

Kejadian tersebut kemudian diceritakan IPES ke ayahnya, yang juga PNS di Pemkab Jembrana.

Ayah IPES sempat menemui Bupati I Putu Artha dan meminta dilakukan tindakan terhadap IMY atas kejadian yang menimpa menantunya.

ES dan IPES telah dipanggil oleh Inspektorat Kabupaten Jembrana pada Senin (10/8/2015) dan menandatangani surat pernyataan tentang kronologi kejadian tak senonoh tersebut. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved