Widiantara Kritis Terjatuh dari Lantai 3 SMAN 1 Singaraja
Karena kondisinya yang kritis, Widiantara harus mendapat bantuan pernafasan dengan menggunakan alat berupa kantung udara.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - I Nyoman Sarda tidak dapat menyembunyikan wajah dukanya ketika berada di IRD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (12/8/2015).
Sembari menangis, ia terus memandangi kondisi keponakannya bernama I Made Adi Widiantara yang biasa ia panggil Simon (17).
Widiantara yang merupakan pasien rujukan RSUD Singaraja tiba di IRD RSUP Sanglah sekitar pukul 12.00 Wita dalam keadaan tidak sadarkan.
Telinganya tidak henti mengucurkan darah, dan kepalanya pun harus diperban.
Karena kondisinya yang kritis, Widiantara harus mendapat bantuan pernafasan dengan menggunakan alat berupa kantung udara.
"Dia mengalami cidera kepala berat," kata anggota tim medis di IRD RSUP Sanglah sembari terus berusaha memberikan penanganan medis kepada Simon.
Sembari meneteskan air mata, Nyoman Sarda menceritakan, keponakannya tersebut sekitar jam 10.00 tadi terjatuh dari lantai 3 di tempatnya sekolah di SMA Negeri 1 Singaraja.
"Tiang tidak tau dia kenapa. Saat kejadian, saya di kampung. Saya dapat informasi Simon (Widiantara) sudah tidak sadarkan diri di RSUD Buleleng," ujarnya sedih.
Ia pun mengaku tidak mengetahui apakah keponakannya tersebut sempat memiliki masalah dan mencoba bunuh diri atau pun mengalami kecelakaan di salah satu sekolah unggulan di Bali itu.
"Dia itu anak yang kalem, dia anak yang pintar makanya dia sekolah di SMA unggulan. Saya tidak kuat lihat kondisinya seperti itu," katanya
Hingga saat ini, pemuda asal Kintamani ini masih mendapatkan perawatan intensif di IRD RSUP Sanglah. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Posted by Tribun Bali on 11 Agustus 2015
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
— Tribun Bali (@Tribun_Bali) August 12, 2015