Jero Mangku Budhi Dharma
Bule Australia dan Istrinya Jadi Pemangku di Bali, Juga Ahli Pijat
Saat Jero Budhi menganut paham Hindu, keluarga besarnya sama sekali tidak keberatan. Jero Budhi kini selalu dibantu oleh istrinya, Jero Mangku Istri
Apabila ada yang mengundang Jero Budhi untuk dharma wacana, ia siap untuk mengisi.
"Terakhir saya Dharma Wacana di Politeknik Negeri Bali di Jimbaran dengan mahasiswa di sana," terang Jero Budhi yang kini masih enggan menulis autobiografi dirinya.
Tinggal di Bali memang tak lepas dari kebudayaan.
Maka itu, Jero Budhi kini aktif sebagai pendamping di Sanggar Paripurna, Desa Bone.
"Saya tidak menjadi apa‐apa di sanggar, hanya sering datang waktu latihan dan pementasan," kata Jero Budhi yang bisa menari Topeng Tua ini.
Selain kegiatan spiritual, Jero Budhi juga bisa menyembuhkan orang.
Tak hanya itu, Jero Budhi juga memiliki keahlian dalam pijat dengan ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM).
"Saya punya satu kotak TCM, kalau ada petani di sini yang sakit saya pijat dengan senang hati," ujar Jero Budhi yang depan rumahnya membentang sawah luas.
Saat Jero Budhi menganut paham Hindu, keluarga besarnya sama sekali tidak keberatan.
"Ayah dan ibu saya sangat mendukung. Bahkan ayah menanyakan saya masih punya uang tidak? Ha.. ha..," terang Jero Budhi yang memiliki seorang saudara perempuan kandung di Adelaide ini.
Jero Budhi juga mengatakan, pasturnya di gereja Australia juga mendukung keputusannya menganut agama Hindu.
"Intinya semua agama itu mengajarkan yang sama yaitu kasih sayang," ungkapnya tenang.
"I'm serious about what I do, not serious for my self. Saya sangat cinta Bali, Saya ingin mengabdikan diri untuk Bali, membantu orang‐orang," pungkas Jero Budhi dengan mata berkaca‐kaca. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jero-budhi_20150909_152059.jpg)