Mensos dan Alfamart Bersinergi Bantu Masyarakat Prasejahtera
Salah satu langkah dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini yakni melalui sinergi dengan korporasi untuk berpartisipasi dalam program bantuan sosial
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melemahnya ekonomi akibat krisis keuangan global mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai lapisan sosial.
Untuk membantu masyarakat, Kementerian Sosial RI mengambil sejumlah kebijakan strategis yang berfokus pada keluarga prasejahtera.
“Saya rasa pada masa ini, dimana masyarakat mendengar informasi tentang kekeringan, gagal panen, dan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kondisi psikologis mereka mudah terpengaruh,” jelas Khofifah, Menteri Sosial RI beberapa waktu lalu.
Khofifah mengatakan, salah satu langkah dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini yakni melalui sinergi dengan korporasi untuk berpartisipasi dalam program bantuan sosial keluarga prasejahtera.
“Salah satunya, kami bekerja sama dengan perusahaan ritel modern PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dalam bentuk penyaluran produk kebutuhan pokok,” jelasnya.
Paket bantuan senilai Rp 150.000 tersebut berisi antara lain beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram, kecap, saus sambal, susu kental manis, teh celup, dan mie instan.
Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menjelaskan, perusahaan telah menghimpun donasi konsumennya pada 1-31 Juli 2015 yang terkumpul sejumlah Rp 3,7 miliar.
“Seluruh donasi dikelola oleh Yayasan BM Cinta Indonesia (BMCI) guna disalurkan dalam bentuk produk kebutuhan pokok yang diharapkan dapat menjangkau 20.000 keluarga prasejahtera di Indonesia,” tuturnya.
Hingga kini, sebanyak 5.550 bantuan paket sembako telah dibagikan secara bertahap di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang Selatan, Pamekasan, Sumenep, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Boyolali, Bondowoso, Situbondo, Sampang, Pamulang, Cinere Bintaro, Purwokerto, Riau, Jambi, Makassar, Denpasar, Tapanuli, Tarutung, Kupang, Alor, dan terakhir di Kabupaten Waru, Sidoarjo pada hari Minggu (30/8/2015) lalu.
Khofifah berharap melalui program bantuan sosial yang bekerja sama dengan korporasi, pihaknya bisa memperkuat bantalan ekonomi keluarga prasejahtera.
Dengan demikian, mereka mampu membangun sentimen yang positif dalam menghadapi krisis.
“Manfaat lainnya, yakni meningkatkan kemampuan warga dalam bertahan hidup,” katanya.
Khofifah menyampaikan harapannya agar program bantuan sosial masyarakat prasejahtera ini bisa dikembangkan lebih luas dengan menggandeng perusahaan lain.
“Semoga ke depannya semakin banyak perusahaan yang peduli. Pola bantuan seperti ini tidak akan membebani perusahaan, mereka bisa menyisihkan sebagian dana tanggung jawab sosial untuk warga,” yakinnya.
Khofifah juga berpesan kepada pemerintah daerah agar bisa memfasilitasi masyarakat yang memiliki keterampilan kerja dan UKM untuk bisa beradaptasi serta mempersiapkan diri menjelang diimplementasikannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), akhir 2015 ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bantuan-kebutuhan-pokok_20150910_160604.jpg)