Piala Presiden
Duel Dahsyat Tim Raksasa vs Tim Pendatang Baru yang Bersinar Ditunggu
Mereka memiliki pemain asing sekelas bek tengah Fabiano Beltrame dan penyerang lubang Lancine Kone yang sudah mencetak tiga gol di Piala Presiden
Penulis: Marianus Seran | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Malah Ruddy terlihat tak nyaman harus bertemu Serdadu Tridatu.
"Kami lebih suka ketemu sama tim yang punya nama besar. Karena itu agar psikologi pemain juga tidak terganggu. Maksudnya, menganggap remeh lawan ketika lawannya itu bukan dari tim yang punya nama besar," kata Ruddy.
Dia mencontohkan, pada saat Arema bentrok dengan PSGC Ciamis di laga terakhir fase Grup B.
Pada saat itu, menurut Ruddy para penggawa tim Singo Edan sedikit meremehkan PSGC.
Alhasil yang terjadi di lapangan, justru para pemain Arema kewalahan untuk meladeni perlawanan PSGC.
"Jadi, lawannya Arema ketika nanti menghadapi Bali United, 60 persennya adalah diri pemain Arema itu sendiri. Apalagi, Bali United kan persiapannya terus berjalan," tuturnya.
"Kami ketemu terakhir dengan Bali United di turnamen Sunrise of Java Cup menang dengan skor 2-1. Tapi, kualitas permainan Bali United jauh lebih bagus dibandingkan saat pertama kali kami bertemu di Bali," ujarnya.
Pertemuan Arema dan Bali United digaransi akan menghadirkan duel dahsyat, antara tim raksasa melawan tim pendatang baru yang sedang bersinar.
Kedua tim juga memiliki suporter fanatik.
Akan terjadi persaingan ketat untuk meraih satu tiket ke semifinal.
Adapun untuk laga semifinal, empat tim yang lolos akan diundi lagi.
Pertandingan masih menggunakan format home and away.
"Untuk semifinal kocok lagi," tegas Hasani Abdulgani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/drawing_20150912_092646.jpg)