Nusa Penida Festival Dihadiri 5 Ribu Lebih Pengunjung
Ribuan warga Desa Lembongan pun berduyun-duyun memadati panggung Batu Belek, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.com, SEMARAPURA - Nusa Penida Festival (NPF) 2015 resmi ditutup Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta di panggung Batu Belek, Lembongan, Klungkung, Bali, Minggu (4/10/2015) malam.
Acara dihadiri Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri, Putri Indonesia Pariwisata 2015 Gresya Amanda Maaliwunga, unsur FKPD Klungkung, juga sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Klungkung.
Ribuan warga Desa Lembongan pun berduyun-duyun memadati panggung Batu Belek, Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung.
Mereka rela duduk berlesehan guna menonton penutupan Nusa Penida Festival 2015. Sebelum masuk acara seremonial penutupan NPF 2015, Suwirta memberikan hadiah kepada para pemenang lomba selama NPF 2015 berlangsung.
Seperti lomba busana adat ke pura yang dikhususkan bagi wisman, lomba negul (mengikat) bulung, lomba perahu layar mini, lomba megolok sampan dan lomba lainnya.
Seremonial penutupan NPF 2015 pun ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta didampingi Puteri Indonesia 2015 dan Puteri Indonesia Pariwisata.
Penampilan fragmen tari berjudul “Purwaka Bumi” yang berarti awal atau terbentuknya pulau.
Penampilan sekitar 30 seniman ini berhasil menghipnotis penonton hingga akhir pertunjukan. Acara ditutup dengan pesta kembang api.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyampaikan melalui festival ini nantinya bisa memberi multiplayer efek di Lembongan, Jungutbatu, Nusa Penida dan Klungkung pada umumnya.
"Saya yakin acara ini tidak akan terselenggara baik tanpa kerjasama semua pihak," ujar Suwirta.
Setelah kegiatan ini, diharapkan ke depan bisa memberi jawaban untuk peningkatan kunjungan wisatawan dengan target satu juta dalam lima tahun.
Diakui saat ini kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memang besar, namun yang terdata dari pendapatan sesuai PAD masih kecil.
Hal ini karena banyaknya pintu masuk yang menyulitkan melakukan deteksi sehingga terjadi kebocoran data.
"Mulai sekarang kita lakukan proses dan koordinasi antar-kabupaten dan pelaku pariwisata," ujar Suwirta seraya menyebut kunjungan wisatawan saat ini antara Juli sampai September bisa sampai tiga ribu orang.
Bupati asal Ceningan ini juga berharap para pelaku pariwisata dapat menciptakan persaingan sehat dan bersama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sehingga akan membuat wisatawan merasa nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nusa-penida_20151005_150437.jpg)