Nasib Sawah dan Subak, 10 Ribu Anak Bali Melukis Harapan Masa Depan
"Anak-anak seumuran ini (SD), bisa berekspresi lebih jujur. Dan mereka harus diajak sejak awal agar paham akan apa yang terjadi di sekitar mereka,"
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebanyak 10.000 anak Bali menggambar harapan akan masa depan di pulau tempat mereka tinggal.
Dengan satu mimpi yang sama, agar alam sekitar yang masih ada sekarang, tidak tersisa hanya dalam rupa lukisan.
Komunitas Anak Alam menggelar Aku Cinta Sawah dan Subak. Pande Putu Setiawan bersama teman-teman di Komunitas Anak Alam menggiring anak-anak di seluruh Bali untuk menggambarkan sawah dan subak di sekitar tempat tinggalnya.
"Kalau yang Batur kemarin, kami megajak anak-anak yang tinggal di sekitaran Danau Batur. Sementara untuk yang sekarang, lebih luas lagi untuk keseluruhan Bali," ujar Pande, Selasa (13/10/2015).

Menurut Pande, sawah dan subak adalah bagian dari peradaban kebudayaan di Bali.
Tapi yang ironis, keberadaan sawah dan subak ini semakin sedikit dan berganti dengan kehadiran gedung-gedung dan vila-vila.
"Setiap tahunnya, dari apa yang saya baca, ada sekitar 1.000 hektar sawah per tahunnya yang beralih fungsi. Kalau terus seperti ini, sawah dan subak di masa mendatang yang tersisa hanya akan dalam rupa gambar, lukisan atau pun foto saja," ujar Pande.
Salah satunya, sudah dimulai bersama anak-anak di kawasan Ceking, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar per awal bulan Oktober 2015 ini.
Berfokus pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), hingga saat ini sudah ada sekitar 200 anak dari kawasan Gianyar dan Bangli yang menggambar dengan teman subak dan sawah tersebut.
Proyek ini juga digarap oleh Anak Alam, bekerja sama dengan mahasiswa KKN Universitas Udayana mengajak anak-anak di sana untuk menggambar bersama.
"Anak-anak seumuran ini (SD), bisa berekspresi lebih jujur. Dan mereka harus diajak sejak awal agar paham akan apa yang terjadi di sekitar mereka," tambahnya.
Tak hanya dalam rupa gambar, di belakang lukisannya mereka juga akan menceritakan tentang gambar mereka.
Dalam bentuk tulisan, mereka mengungkapkan apa alasan mereka mencintai Danau Batur begitu juga mengapa mereka mencintai sawah dan subak.
Rencananya proyek lanjutan 5.000 anak yang melukis sawah dan subak ini akan dilangsungkan selama setahun ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gambar_20151014_113728.jpg)