Tragedi Angeline
Arwah Engeline Datangi Ibu Kandungnya Seminggu Sebelum Persidangan
Dalam nota keberatannya, Hotma menyebut Margriet merupakan sosok ibu yang sangat menyayangi Engeline meski bukan darah dagingnya sendiri.
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Hamidah (kiri) yang merupakan ibu kandung Engeline dipeluk Siti Sapura saat menghadiri sidang di PN Denpasar, Kamis (22/10/2015)
"Dia meminta keadilan. Pelaku pembunuhan agar dihukum seberat-beratnya," katanya.
Sepanjang persidangan tersebut, perempuan asal Banyuwangi ini terus menangis terisak.
Ia terus menempel di pundak pegiat anak P2TP2A, Siti Sapura.
Siti Sapura yang namanya disebut oleh kuasa hukum terdakwa karena sering menyampaikan fitnah, menyatakan, penggunaan eksepsi tersebut merupakan wewenang dari kuasa hukum.
"Ya, itu memang wewenangnya. Jadi, terserah mereka," jelasnya.
Siti menambahkan, pihaknya siap meski pihak kuasa hukum dari Margriet akan menempuh jalur hukum.
"Saya tidak takut. Silakan kalau memang mau dilaporkan," tantang Siti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hamidah-dipeluk_20151023_100435.jpg)