Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lanjutan Pelebon Ida Betari Permaisuri Raja Klungkung, Hindari Jalan Ini

Sejumlah ruas jalan di jantung kota Semarapura hari itu terpaksa harus dialihkan untuk memperlancar prosesi tertinggi dari karya Baligia tersebut.

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pelaksanaan Upacara Baligia Lajur di pusat kota Semarapura pada Kamis (29/10/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -Panasnya terik matahari tidak menyurutkan niat ribuan masyarakat Klungkung, Bali tumpah ruah di jantung kota Semarapura pada Kamis (29/10/2015).

Dengan mengenakan pakaian adat dominan putih, masyarakat Klungkung ini tampak antusias untuk mengikuti prosesi karya Baligia lajur bertepatan dengan Wraspati Umanis Ugu.

Sejumlah ruas jalan di jantung kota Semarapura hari itu terpaksa harus dialihkan untuk memperlancar prosesi tertinggi dari karya Baligia tersebut.

"Upakara ini merupakan bagian dari karya atma wedana lanjutan dari pelebon pertiwa Ida Betari Permaisuri Raja Klungkung yang dilaksanakan setahun yang lalu," ujar Tjok Raka Putra, Manggala (Ketua Panitia) Karya Baligia Lajur yang juga merupakan tokoh Puri Saraswati Klungkung.

Acara ini sendiri memiliki makna menyucikan suksma sarira dan atma sebagai kelanjutan dari upacara Sawa Wedana (Pelebon/Ngaben).

Upacara ini bagi umat Hindu di Bali dapat dilaksanakan dengan menstanakan kembali atma (roh suci) yang diyakini telah mencapai "Atmasiddha dewata" di Sanggah Kamulan (Pemerajan) ataupun Pura Kawitan (Pura Leluhur) dengan tujuan agar para leluhur dapat memberikan perlindungan dan pengayoman kepada keturunannya, di samping untuk dapat menghubungkan umat manusia kepada Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa.

"Acara ini sudah kami persiapkan sejak awal Agustus. Jumlah puspa yang berpartisipasi ada 509 puspa yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat Klungkung. Untuk total biaya upakara tersebut, saya tidak dapat pastikan berapa karena banyak haturan (sumbangan) dari masyarakat," jelasnya.

Prosesi terakhir dari upakara  ini rencananya akan dilaksanakan pada Minggu (1/11/2015) mendatang.

Untuk tahap akhir dari upakara ini, nantinya ribuan masyarakat Klungkung akan tumpah ruah memargi (berjalan kaki) dari Kota Semarapura hingga ke Pesinggahan, Dawan.

"Saya minta pemakluman kepada masyarakat, pada acara terakhir nanti pada tanggal (1/11/2015) masyarakat akan memargi dari Kota hingga ke Pesinggahan mulai sejak pukul 08.00 Wita. Jadi saya harap masyarakat untuk sementara agar menghindari ruas jalan utama menuju Pesinggahan karena lalu lintas pastinya akan krodit," tambah Tjok Raka. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved