Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Erupsi Gunung Barujari

19.600 Turis Australia Tertunda ke Bali, 6 Hari JetStar dan VirginAir Cancel Terbang

Kedua maskapai itu memiliki tujuh kali kedatangan dan tujuh kali keberangkatan. Mereka tutup sejak Selasa (3/11/2015)

Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana Pantai Kuta pada Senin (9/11/2015) yang dipadati wisatawan domestik dan mancanegara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Stan khusus pelayanan maskapai JetStar dan VirginAir masih dikerumuni calon penumpang di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (9/11/2015) malam.

Para penumpang kedua maskapai ini tidak bisa terbang lantaran kedua maskapai menutup pelayanan penerbangan seminggu (3-10 November).

(ASTAGA, Maskapai Jetstar Nekat Terbang Dalam Kondisi Pesawatnya Rusak)

Akibatnya, diperkirakan ada 19.600  wisatawan Australia tak bisa berangkat Ke Bali

Akibatnya, para penumpang dari Australia menuju Bali dan sebaliknya, tidak bisa berangkat untuk melakukan aktivitas.


Penerbangan pesawat sempat buk atutup di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat letusan Gunung Barujari, Lombok. Sejumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali tertunda. (TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA)

General Manager Angkasa Pura I Airport I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo menjelaskan, setidaknya ada 28 kali penerbangan untuk Virgin Air dan JetStar selama sehari. 

"Sepengetahuan saya, kedua maskapai itu memiliki tujuh kali kedatangan dan tujuh kali keberangkatan. Mereka tutup sejak Selasa (3/11/2015) kalau tidak salah. Sejak tutup sampai sekarang tidak melakukan pelayanan penerbangan sama sekali," jelasnya kepada Tribun Bali kemarin.

‎Sebenarya kedua maskapai tersebut berniat membuka layanan penerbangan, tapi melihat kondisi langit di Bali kembali terselimuti debu, kedua maskapai terpaksa menutup kembali pelayanan penerbangan.

"Karena kemarin (Minggu 8/11) sore terselimuti debu lagi, jadi mereka (JetStar dan VirginAir) menutup kembali. Sampai mereka merasa langit Bali sudah bisa dilalui pesawat," ujarnya.

Dalam penjelasan Trikora Harjo, rata-rata penerbangan pesawat Virgin Air dan JetStar mengangkut 200 penumpang sekali terbang.

Jika sehari terdapat 14 penerbangan dari Australia menuju ke Bali dan kedua maskapai sudah tutup selama seminggu.

Maka sekitar 19.600 wisatawan Australia ‎terpaksa gagal ke Bali sepekan ini.

Saat hendak dikonfirmasikan ke dua belah pihak maskapai asal Negeri Kanguru tersebut, mereka enggan memberikan komentar dengan alasan berisiko.

Sehingga, kepala konter kedua maskapai memberikan nomor telepon kantor.

Namun saat dihubungi tidak ada jawaban.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved