Demo Gojek di Bali
Diberhentikan Sepihak, 1.400 Driver Go-Jek Serbu Kantor Teuku Umar Barat
“Jika memang mau mensuspend kenapa tidak satu persatu, kenapa harus langsung 1.400 driver,” tanyanya.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Dewa Made Satya Parama
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR —Sekitar 1.400 pengemudi (driver) Go-Jek dari berbagai daerah di Bali ramai-ramai ‘menyerbu’ kantor manajemen di Jalan Teuku Umar Barat No. 18, Denpasar, Bali, Senin (30/11/2015).
Sambil berteriak-teriak mereka meminta manajemen menjelaskan mengapa mereka diberhentikan (suspend) secara sepihak tanpa penjelasan terlebih dahulu.
(Demo Driver Go-Jek Ricuh, Seorang Diduga Provokator Dikeroyok)
Para diiver juga tidak mengetahui kesalahan masing-masing.
(Pengakuan Driver Go-Jek: Banyak Kok yang Bikin Orderan Fiktif)
Tiba-tiba saja mereka tidak bisa mengaktifkan peralatan yang dipegang untuk melakukan orderan.
Namun saat Tribun Bali meminta keterangan dari manajemen, seorang staf tidak mengizinkannya.
Menurutnya, manajemen sedang syok setelah melihat banyak driver yang menuntut kejelasan terkait suspend tersebut.
“Maaf dik, untuk saat ini belum bisa kasih komentar. Manajer dan staf lain sedang menenangkan diri untuk sementara waktu,” ujarnya.
Pantauan Tribun Bali kemarin, di sela-sela maraknya aksi protes, seorang driver, Subhan, terlihat syok, hanya diam.
Ia seperti tidak percaya terkena suspend dan harus membayar denda Rp 6 juta.
Subhan mengaku hanya mendapatkan uang sekitar Rp 200 ribu dan paling besar Rp 500 ribu sehari jika menerima orderan.
Bahkan, katanya, kalau kondisi sepi hanya mendapat Rp 50 ribu.
“Saya kaget membaca sms tadi pagi (kemarin) harus bayar denda Rp 6 juta. Makanya saya langsung ke Go-Jek kantor untuk tanya,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/driver-gojek-demo_20151201_093321.jpg)