Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Demo Gojek di Bali

Diberhentikan Sepihak, 1.400 Driver Go-Jek Serbu Kantor Teuku Umar Barat

“Jika memang mau mensuspend kenapa tidak satu persatu, kenapa harus langsung 1.400 driver,” tanyanya.

Tayang:
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ribuan pengemudi Go-Jek mendatangi kantor Go-Jek di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, Senin (30/11/2015) 

Menurutnya, suspend bisa diselesaikan dengan membayar denda secara tunai di kantor atau melalui bank.

“Saya pusing tujuh keliling. Sangat berat bagi saya  membayar denda tersebut, apalagi hanya tergantung orderan,” tutur Subhan memelas.

Driver Go-Jek lainnya, Michael Sianturi, juga berang tidak menerima suspend dari manajemen.

Bayangkan dari 10 ribu driver Go-Jek, sekitar 1.400 driver harus tersuspend dengan jumlah denda yang berbeda.

“Jika memang mau mensuspend kenapa tidak satu persatu, kenapa harus langsung 1.400 driver,” tanyanya.

Pria yang sering mangkal di daerah Tuban ini kesal saat mengetahui alasan dari manajemen memberikan suspend belum jelas.

“Alasan manajemen karena order fiktif. Sistem Go-Jek ini memang hebat sampai manajemen tahu kita bawa order atau tidak,” tambahnya.

Namun Sianturi mengaku

tidak pernah melakukan orderan fiktif seperti yang dikatakan manajemen.

Loh kita kan dapat konfirmasi dulu dari customer, yang mana dibilang fiktif?” tuturnya. Ia menilai keputusan suspend dari manajemen tidak adil.

Saat ini Go-Jek memberlakukan sistem dengan peraturan yang baru.

Dampaknya banyak driver yang kesulitan  mendapatkan penghasilan.

Sistem deposit yang diberikan manajemen kepada setiap driver saat mengantar orderan menjadi berkurang.

Dulu driver mendapatkan fee dari PT Go-Jek sekitar Rp 10 ribu, kini hanya seribu rupiah, walaupun fee dari customer masih sama, yakni Rp 15 ribu.

“Sebenarnya deposit yang diberikan PT Go-Jek itu sangat membantu, seperti tabungan. Jadi, setelah melayani orderan kita dapat uang, tapi sekarang cuma dapat seribu,” kesal Sianturi.

Dia mengakui untuk menggantungkan diri pada deposit sepertinya sudah tidak bisa.

“Bayangkan saja Hp ini masih dideposit Rp 14 ribu, belum jaket dan helm. Itu tidak gratis loh,” keluhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved