Citizen Journalism
Transisi Kepemimpinan, Budiman Sujadmiko : Kita Butuh Pemimpin yang Baik
Budiman Sujadmiko mengatakan kepemimpinan dan regenerasi untuk mencapai tujuan merupakan entitas yang harus ada di dalam setiap lembaga.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Transisi atau suksesi kepemimpinan merupakan hal mutlak yang harus ada dalam suatu organisasi atau lembaga untuk menjamin keberlangsungan eksistensi mereka di tengah umat regenerasi pemimpin.
Selain itu, pengurus diharapkan dapat menyuntikkan semangat baru untuk meneruskan “kerja-kerja besar” yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
Namun, kadang-kadang tidak dapat dipungkiri, transisi dan suksesi kepemimpinan tidak selamanya berjalan mulus.
Banyak cerita yang mengiringi prosesi alih kekuasaan ini.
Pernyataan ini menjadi satu dari materi diskusi bertema 'Kepemimpinan dan Regenerasi Kepemimpinan' hari Selasa, 22 Desember 2015 di Ashram Gandhi Denpasar, Bali.
Diskusi yang dihadiri oleh DPR-RI Komisi II, Budiman Sujadmiko, Dr. S. Lanang P. Perbawa, SH.M.Hum selaku Ketua Pergerakan Indonesia Bali, dan Agus Indra Udayana ketua Ashram Gandhi berhasil mengupas tuntas tentang kepemimpinan dan regenerasi.
Dalam ulasannya, Budiman Sujadmiko mengatakan kepemimpinan dan regenerasi untuk mencapai tujuan merupakan entitas yang harus ada di dalam setiap lembaga.
Karena setiap lembaga (ormas, parpol, DPR, dsb) pasti dihuni oleh orang yang baik dan orang yang buruk, tidak mungkin ditempati oleh orang yang semua baik atau oleh sekelompok orang yang semua buruk.
"Yang terpenting adalah orang yang baiklah yang memimpin kelompok atau daerah itu bukan yang buruk, pada sisi itu yang harus kita perjuangkan," ungkap pembicara yang selalu konsen terhadap pembangunan desa ini.
Menurutnya, penting untuk orang yang baik didukung dan menjadi pemegang kekuasaan atau menjadi pejabat publik sebab dengan begitu kebijakan dan seluruh daya upaya pemimpin yang baik itu akan dipergunakan untuk kemaslahatan orang banyak yang di dalamnya ada beberapa orang yang buruk dipaksa untuk ikut programnya.
Selama ini fenomena yang terjadi banyak juga orang yang bodoh dan buruk terlalu percaya diri, sedangkan orang yang baik dan pintar terlalu ragu untuk berebut kepemimpinan.
Untuk itu diharapkan orang yang baik dan pintar ini mulai merebut kekuasaan secara fair dan transaparan.
Dimulai dari lingkung terkecil hingga lingkup terbesar.
Sementara Lanang Perbawa menjelaskan, suksesi kepemimpinan adalah suatu proses peralihan dari suatu generasi ke generasi yang lain.
Suksesi bukanlah perkara yang mudah dan sederhana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/diskusi_20151223_154613.jpg)