Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Baru Tahu, Ternyata Demi Hal Ini, Kasir Toko Kerap Transaksi Pakai Uang Lusuh

“Ini kadang kasir-kasir toko atau apalah, mereka kadang menggunakan uang lusuh dulu"

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Yudistirani
kaltim.tribunnews
Ilustrasi kembalian permen. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dewi Setyowati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, mendukung persiapan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) di Lapangan Puputan, Renon, Denpasar, Bali.

Layanan penukaran UPK ini akan dilakukan selama 3 hari, sejak Rabu (3/2/2016) hingga Jumat (5/2/2016), mulai pukul 08.30 Wita hingga 12.00 Wita.

Ia menilai masih banyak uang lusuh yang tidak layak edar di masyarakat.

Biasanya uang lusuh ini ditemukan saat transaksi dengan kasir toko.

“Ini kadang kasir-kasir toko atau apalah, mereka kadang menggunakan uang lusuh dulu dan uang barunya disimpan biar gampang menghitung. Nah ini perlu disosialisasikan juga, ini mau saya surati, nanti saya mau kerjasama dengan bank untuk memungut uang lusuh ini,” katanya.

Ia ingin Bali benar-benar menjadi pariwisata yang advance dibandingkan provinsi dan negara lain.

“Masak pakai rupiah lecek, makanya SDM kayak kasir ini yang harus di-breafing (Diarahkan),” katanya.

Kalau perlu, ia akan membawa tas khusus yang berisi UPK untuk menarik uang lusuh di pasaran dan menukarkannya dengan uang baru.

“Jadi mudah-mudahan bisa segera terealisasi, saya akan kerjasama dengan perbankan dan saya akan menerjunkan perwakilan di hari apa, agar diumumkan kepada toko-toko setempat radius berapa untuk membawa uang lusuhnya,” katanya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved