Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

127 Ribu Ekor Babi Kebiri Siap Dipotong, Mau Galungan di Bali?

Sekitar 168 ribu ekor babi siap dipotong serentak oleh masyarakat Bali pada hari Penampahan Galungan, Selasa (9/2/2016).

Tayang:
Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali
Beberapa orang peserta lomba babi guling mempersiapkan hidangannya dalam acara festival kuliner di Jalan By Pass Dharma Giri, Gianyar, beberapa saat lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, AA Gde Putu Wahyura

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 168 ribu ekor babi siap dipotong serentak oleh masyarakat Bali pada hari Penampahan Galungan, Selasa (9/2/2016).

Dengan jumlah itu, dipastikan stok daging babi di Bali aman.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, menyebut jumlah populasi babi tahun 2015 sebanyak 795.128 ekor.

“Dari jumlah ini, potensi babi yang bisa dipotong pada Penampahan Galungan berjumlah 168.000 ekor,” ujar Sumantra di kantornya, Jumat (5/2/2016).

Dia menjelaskan, 168 ribu ekor babi yang siap dipotong dalam rangkaian Hari Raya Galungan, Rabu (10/2/2016), berasal dari babi jantan muda yang didata dari Oktober 2015 lalu, yang sekarang diperkirakan sudah menjadi jantan dewasa siap potong.

Selain itu, babi yang sudah dikebiri diperkirakan masih tersisa 60%.

Jadi, ada 127.921 dari 213.202 ekor babi yang sudah dikebiri siap dipotong.

Masih ada juga potensi 10 persen dari induk babi betina yang sudah siap dipotong atau berjumlah sekitar 8.285 ekor.

Potensi lainnya, 5% dari 139.77 9 ekor jumlah babi betina muda yang  bisa dipotong.

Kalau dihitung antara jumlah babi yang berpotensi untuk dipotong dengan berat babi dan jumlah KK di Bali, kata Sumantra, maka satu KK di Bali yang mengonsumsi daging babi bisa mendapatkan daging sebanyak 8,4 kg.

“Misalnya penduduk Bali 4,5 juta jiwa, jadi ada sekitar 1 juta KK di Bali. Hitung saja rata-rata, satu ekor babi bisa menghasilkan daging 50 kg. Itu rata-rata, pasti lebih. 50 kg x 168.000 ekor itu dapatkan 8,4 ton. Kalau 8,4 ton dibagi 1 juta KK, maka didapatkan 8,4 kg. Maka dari itu, stok daging babi di Bali aman. Kalau saja seluruh orang Bali makan daging babi, bisa mendapatkan 8,4 kg/KK,” jelasnya.

Perihal harga daging babi di pasaran, Sumantra memastikan masih aman.

Untuk harga break event point (BEP) daging babi per kg berat hidup seharga Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kg.

“Biasanya hari raya kan ada kecenderungan naik. Di Bali dengan BEP harga pokok itu harganya Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kg untuk berat hidup. Sehingga kalau dijual oleh peternak itu dari harga Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram itu wajar,” tuturnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved