Terlihat Nyaris Tabrakan, Padahal Garuda dan Lion Air Tunggu Giliran Mendarat
Sebab, dalam kondisi cuaca yang buruk, pesawat terdahulu yang semestinya sudah mendarat menjadi tak bisa melakukannya.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lalu lintas penerbangan pesawat komersial semakin hari semakin padat, karena meningkatnya jumlah orang yang bepergian dengan menggunakan pesawat.
Padatnya lalu lintas udara itu membuat pesawat kadangkala harus antre untuk mendarat (landing).
(Cuaca Buruk Picu Antrean Pesawat Mendarat di Bandara Ngurah Rai)
Antrean pesawat untuk mendarat itu bisa lebih banyak lagi jika bersamaan dengan kepadatan lalu lintas penerbangan itu terjadi pula kondisi cuaca yang kadang buruk (seperti pada musim hujan saat ini).
Sebab, dalam kondisi cuaca yang buruk, pesawat terdahulu yang semestinya sudah mendarat menjadi tak bisa melakukannya.
Selama menunggu giliran atau antrean untuk mendarat itu, pesawat melakukan holding atau berputar-putar di sekitar langit bandara sampai kondisi cuaca dinyatakan aman untuk mendarat.
Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdapat dua holding point atau tempat pesawat berputar di udara untuk menunggu antrean mendarat.
Menurut seorang pilot kepada Tribun Bali, jika pesawat dari arah Banyuwangi hendak mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai di landasan atau runway 09, maka Point Kuta adalah tempat holding atau berputar-putarnya pesawat selama menunggu instruksi mendarat.
Sedangkan pesawat yang hendak landing di runway 27, tempat holding pesawat berada di Point Nusa Dua.
Pilot yang enggan namanya ditulis di koran itu menjelaskan, kejadian yang disebut “nyaris tabrakan” pada Rabu (10/2/2016) lalu itu berlangsung saat pesawat Garuda dan Lion sama-sama hendak mendarat di runway 09, sehingga mereka diarahkan holding ke Point Kuta.
Airnav mengarahkan pesawat Garuda ke kanan (arah standar), dan pesawat Lion ke arah kiri (non-standar).
Jadi, ada dua perputaran atau holding dengan arah berlawanan karena sama-sama sedang antre menunggu giliran mendarat.
Kemudian, sepertinya Airnav menyuruh keduanya turun posisi untuk persiapan landing.
Dalam kondisi demikian, pada saat tertentu akan tampak kedua pesawat seperti berada pada titik yang sama, sehingga diberitakan hampir terjadi tabrakan.
Lebih jelasnya, saat itu pesawat Garuda dan Lion sama-sama diminta Airnav untuk holding di Point Kuta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bandara_20160211_183916.jpg)