Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Puluhan Sapi Program Pemerintah di Klungkung Kurus, Sakit Ya?

Lokasi Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, tampak lengang, Selasa (16/2/2016).

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ Eka Mita Suputra
Beberapa sapi yang dikembangkan oleh Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, tampak kurus dan diikat di kandang yang kurang bersih, Selasa (16/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Lokasi Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, tampak lengang, Selasa (16/2/2016).

Padahal kelompok Simantri tersebut baru saja dikunjungi rombongan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, beserta beberapa jajaran SKPD Pemda Klungkung saat melakukan bedah Desa.

Di lokasi tersebut, 29 ekor sapi diikat di kandang.

Beberapa sapi terpantau kurus, kotorannya dibiarkan menumpuk.


Beberapa sapi yang dikembangkan oleh Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, tampak kurus dan diikat di kandang yang kurang bersih, Selasa (16/2/2016). (Tribun Bali/ Eka Mita Suputra)

Selain itu, instalasi bio urine yang seharusnya dimanfaatkan oleh petani sebagai pupuk organik, juga terbengkalai.

Hal ini menjadi sorotan bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Menurutnya, Kelompok Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari di Desa Bakas kurang mendapatkan pembinaan.

Sehingga belum bisa mengurus ternak program pemerintah tersebut secara baik.

"Anggota Kelompok perlu dibina agar serius menekuni dunia peternakan, bukan hanya sekedar dan asal asalan," ujar I Nyoman Suwirta sembari mengerutkan alisnya.

Ketua  Simantri 281 Galoktan Karya Lestari Desa Bakas, I Nyoman Widana mengaku jika sapi Simantri di wilayahnya mengalami perkembangan.

Terutama sejak pertama kali program Pemprov tersebut dicetuskan di Desa Bakas, tahun 2012 lalu.

"Sapi di sini mengalami perkembangan, awalnya kita diberikan 21 ekor sapi, dan sekarang berkembang menjadi 29 ekor," ujar Nyoman Widana.


Beberapa sapi yang dikembangkan oleh Simantri 281 Gapoktan Karya Lestari Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, tampak kurus dan diikat di kandang yang kurang bersih, Selasa (16/2/2016). (Tribun Bali/ Eka Mita Suputra)

Selama ini kelompoknya juga rutin melakukan gotong royong untuk penataan kandang selama satu bulan sekali.

Namun, ia mengeluhkan kondisi sapi kurus karena penyakit cacingan.

Besar kemungkinan, penyakit tersebut akibat kondisi kandang yang kurang bersih.

Karena saat ini saluran limbah kotoran sapi dalam kondisi tersumbat.

"Padahal kebutuhan pakan sapi di sini sangat terpenuhi, terutama rumput gajah yang melimpah," jelas Nyoman Widana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved