Human Interest Story
Kisah Kadek Yogi, Rayakan Perjuangan Kuliah dengan Jalan Kaki dari Buleleng ke Karangasem Bali
Langkah Syukur Wisudawan Undiksha, Jalan Kaki dari Kampus ke Rumah demi Tunaikan Janji
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Wisuda menjadi momen yang tak terlupakan bagi setiap mahasiswa.
Namun bagi I Kadek Yogi Suardana (21), perayaan kelulusannya dilakukan dengan cara yang tidak biasa.
Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Undiksha itu memilih berjalan kaki dari kampusnya di Singaraja, Buleleng, hingga rumahnya di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.
Video Kadek Yogi saat melakukan aksi berjalan kaki dari Singaraja ke Karangasem itu sempat viral di media sosial.
Baca juga: Kisah Hermanto Tanoko, Anak Penjaga Toko Cat yang Kini Punya Harta Rp89,6 Triliun
Perjalanan sejauh puluhan kilometer itu tidak hanya menjadi tantangan fisik bagi Yogi.
Langkah demi langkah yang ditempuh selama hampir 23 jam itu merupakan simbol perjuangan panjang yang telah dilaluinya selama menempuh pendidikan tinggi.
Yogi berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 3,9 tahun dengan capaian akademik membanggakan, yakni IPK 3,93. Namun di balik prestasi itu, tersimpan cerita perjuangan yang tidak selalu berjalan mulus.
Ia mengaku sempat mengalami masa sulit saat aktif berorganisasi di kampus.
Kesibukan mengikuti berbagai kegiatan membuatnya tertinggal hingga 12 SKS.
Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri karena beberapa mata kuliah semester tiga harus diulang dan diambil kembali pada semester lima.
"Ketika itu saya sempat tidak percaya diri. Tapi saya berpikir harus tetap bangkit dan membuktikan bahwa saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu," ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Tekad itulah yang kemudian membawanya menuntaskan studi dengan hasil memuaskan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian tersebut, serta sebagai bentuk sesangi "janji peribadinya" ia memutuskan melakukan perjalanan jalan kaki dari kampus menuju rumahnya di Karangasem.
Keputusan itu awalnya dianggap aneh oleh sebagian teman-temannya. Bahkan ada yang menganggapnya tidak masuk akal. Namun Yogi tetap mantap menjalankan niatnya.
"Saya bilang mau jalan kaki dari kampus sampai rumah. Banyak yang bilang saya gila atau nekat. Tapi saya ingin membuktikan bahwa saya bisa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-Kadek-Yogi-Suardana-21-saat-berjalan-kaki-dari-Buleleng-ke-Karangasem-belum-lama-ini.jpg)