Breaking News:

Tragedi Angeline

16 Mei 2015 Margriet Mengabarkan Engeline Hilang, Begini Jadinya

Ada hal yang kontradiktif dalam pertimbangan hakim sampai vonis dijatuhkan. Jika dibuktikan adalah menyembunyikan mayat,

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Margriet Megawe didampingi kuasa hukum Hotma Sitompoel tampak menangis di dalam ruang tahanan PN Denpasar usai sidang, Senin (29/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam jalannya sidang putusan kasus pembunuhan Engeline di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin (29/2/2016) kemarin, majelis hakim menyatakan terdakwa Agustay terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membantu pembunuhan berencana dengan menguburkan mayat Engeline dengan maksud menyembunyikan kematian.

Majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar pasal 340 KUHP jo 56 KUHP dan pasal 181 KUHP.

(Semringah dengan Vonis Margriet, Hotman Paris Rugi Rp 1 Miliar)

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyebutkan hal yang meringankan yakni terdakwa masih muda, berterus terang, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Sedangkan hal yang memberatkan membantu pembunuhan berencana.

Usai sidang, Hotman Paris didampingi Haposan Sihombing menyatakan, dirinya memastikan akan melakukan upaya banding.

Pengacara gaek itu mengatakan, adanya kontradiktif antara pertimbangan vonis Margriet dan Agustay.

Pada vonis Margriet, dinyatakan Margriet melakukan sendiri perencanaannya dan Agustay membantu Margriet tepat saat kejadian karena tekanan.

Sedangkan dalam pertimbangan vonis Agustay disebutkan dia membantu perencanaan pembunuhan yang dilakukan Margriet.

"Ada hal yang kontradiktif dalam pertimbangan hakim sampai vonis dijatuhkan. Jika dibuktikan adalah menyembunyikan mayat, hal itu tentunya terbukti di persidangan," jelas Hotman Paris.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved