Ingin Punya Keturunan, Orang Bali dan Luar Negeri Banyak Berhasil di Patung Bayi Ini
Sepasang tedung dibawanya sebagai terima kasihnya kepada Brahma Rare. Murni berterima kasih karena telah dikaruniai anak laki-laki
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari

Murni bercerita. Tatkala hamil anak kedua, dirinya lama tak melahirkan.
Sekitar bulan April, banyak lendir-lendir yang keluar, kontrol ke Rumah Sakit Gianyar dan disarankan USG.
“Saya tak berniat USG, tapi karena mengalami masalah kandungan, ya saya kontrol. Ternyata bayi yang saya kandung perempuan,” ujarnya sambil menyalakan dupa hendak sembahyang.
Ibu dua orang anak ini mengingat saat ia memohon anaknya agar laki-laki, ia menghaturkan pejati dengan sesari lima ribu rupiah dan menghaturkan canang setiap kajeng kliwon di Patung Bayi.
“Karena saya sering lewat, saya haturkan canang tiap kajeng kliwon. Sebenarnya saat itu saya sudah pasrah, apalagi periksa April dan lahirnya Maret. Yang melinggih di sini sangat murah hati,” jelas Murni yang selalu sembahyang tiap piodalan di Patung Bayi.
Dengan nada pelan, Murni mengatakan, baru pertama kali menghaturkan sepasang tedung itu, yang mengartikan taurannya terbayarkan.
“Ini pertama kali saya menghaturkan tedung. Saya ikhlas berasal dari hati paling dalam. Syukur juga ada rezeki lebih,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Cerita Murni diamini oleh Mangku Kocong (46), pemangku pangemong Brahma Rare.
“Memang banyak orang yang meminta dikaruniai keturunan terkabulkan di sini. Tak hanya orang Bali, tapi juga dari luar negeri,” tanggapnya seusai memercikkan tirta kepada pemedek.
Menurut Mangku, saat piodalan hari pertama, ada orang dari Buleleng yang datang membawa kain putih kuning sepanjang tiga puluh meter.
“Itu mereka haturkan karena dikaruniai anak setelah delapan tahun menunggu, umur mereka juga sudah tak muda lagi. Nah, itu kainnya sudah dipasang langsung sebagai saput dan kamen Brahma Rare,” jelas Mangku Kocong sambil menunjuk kain dimaksud.
Selain itu, pemedek juga memohon keselamatan kepada Brahma Rare.
“Ya, banyak juga yang memohon keselamatan. Yang paling banyak itu meminta keturunan dan memohon keselamatan,” tuturnya.
Brahma Rare yang disimbolkan dengan Patung Bayi raksasa duduk bersila ke arah selatan itu memiliki cerita mistis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/piodalan-di-patung-bayi_20160303_112145.jpg)