Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ingin Punya Keturunan, Orang Bali dan Luar Negeri Banyak Berhasil di Patung Bayi Ini

Sepasang tedung dibawanya sebagai terima kasihnya kepada Brahma Rare. Murni berterima kasih karena telah dikaruniai anak laki-laki

Tayang:
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Piodalan di Patung Bayi pada Anggara Kasih Medangsia di Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Rabu (2/3/2016). 

“Ceritanya dulu para pendeta menyumbangkan sebuah patung untuk diletakkan di Mas, Ubud. Namun, roh yang mendiami patung itu tak mau. Akhirnya dipindah ke Batuan, setali tiga uang dengan di Mas. Roh itu menginginkan diletakkan di sini, di Sakah,” tuturnya.

Mengenai wujud patung berupa bayi, Mangku Kocong mengatakan, bayi itu sebagai penyebar kebaikan.

“Setahu saya, bentuknya bayi karena menyebar kebaikan,” tuturnya singkat.

Sekitar delapan tahun lalu, upacara besar pertama kali diadakan di Patung Bayi tersebut.

“Saat itu banyak terjadi kecelakaan di sini, setelah mengadakan upacara besar, kecelakaan jarang terjadi lagi,” ungkap Mangku Kocong.

Patung Bayi ini terletak di persimpangan Jalan Raya Sakah, Jalan Raya Mas dan Jalan Raya Kemenuh, Kabupaten Gianyar. 

Ide pembangunannya berawal dari niat mantan Bupati Gianyar Cokorda Darana pada tahun 1989.

Kala itu, Cokorda Darana mengajak sejumlah praktisi sejarah dan prajuru desa Batuan untuk melaksanakan sangkep (rapat).

Tujuan rapat membahas kehendak Bupati Darana untuk membuat patung di seluruh simpang tiga dan simpang empat yang ada di Gianyar.

Rapat pertama tidak menghasilkan keputusan. Kebanyakan peserta rapat kala itu mengajukan ide untuk membangun patung wayang dan patung Kapten I Wayan Dipta.

Akhirnya, setelah dilaksanakan rapat kedua, baru diputuskan untuk membangun patung Sang Hyang Brahma Lelare itu.

Brahma Lelare adalah patung berwujud bayi.

Wujud bayi dipilih karena sesuai filosofi bahwa bayi adalah simbol kelahiran manusia di dunia.

Mengapa patung itu dibangun di Jalan Raya Sakah, tepatnya di Banjar Belah Tanah?

Mungkin itulah yang menjadi pertanyaan sebagian besar masyarakat Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved