KMP Rafelia II Tenggelam
Abdul Sani Selamat Berkat Lepas Baju dan Celana
Tragedi tenggelamnya kapal KMP Rafelia II di Selat Bali masih menyimpan duka mendalam. Meski anaknya selamat, Rosiati mengaku syok.
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Perasaan Rosiati berkecamuk.
Rosiati masih syok saat mendengar Kapal Rafelia II tenggelam di Selat Bali.
Namun ia juga bersyukur karena anaknya, Abdul Sani, selamat dari maut.
Menurut penuturan Rosiati, anaknya selamat setelah berhasil berenang.
(Ibu dan Bayi Ditemukan Berpelukan, Suami: ‘Seandainya Iluh Bisa Gapai Tangan Saya’)
Untuk meringankan badannya saat berenang di tengah lautan, ia melepas baju dan celana.
"Akibatnya dompet anak saya hanyut bersama baju dan celana yang ia lepaskan, berikut surat-surat sepeda motor di dalamnya," kata Rosiati, yang tinggal di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (5/3/2016).
Rosiati bersama keluarga merasa sangat bersyukur anaknya selamat.
(Satu Jasad Lagi Ditemukan di Ruang Anjungan Kapal)
Rencananya akan melakukan selamatan, serta berharap urusan anaknya di Banyuwangi cepat selesai sehingga bisa segera pulang.
Di tengah rasa syukurnya, Rosiati juga mengaku masih syok dengan musibah tenggelamnya Kapal Rafelia II.
"Sampai sekarang saya masih lemas. Rasanya gak punya tenaga karena kaget," ungkap perempuan paruh baya ini, didampingi Junaidi, suaminya.
Ia mengatakan, dirinya mendapatkan kabar musibah tenggelamnya kapal yang ditumpangi anaknya tersebut, dari menantu yang tinggal dekat rumahnya.
Saat itu juga bersama keluarga, ia berangkat ke Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kmp-rafelia-ii_20160304_181943.jpg)