KMP Rafelia II Tenggelam
Abdul Sani Selamat Berkat Lepas Baju dan Celana
Tragedi tenggelamnya kapal KMP Rafelia II di Selat Bali masih menyimpan duka mendalam. Meski anaknya selamat, Rosiati mengaku syok.
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
Namun baru sampai di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, keluarganya di Banyuwangi minta ia kembali karena keluarga belum diperbolehkan bertemu dengan korban.
(Saksi Hidup Para Sopir, Ketika Lihat Mang Tia Masuk ke Dalam Kapal Sebelum Tenggelam)
"Keluarga saya di Banyuwangi mengatakan, Abdul Sani baik-baik saja, sehingga lebih baik kami pulang, karena kalau ke sana saat itu sulit bertemu," tuturnya seperti dikutip antara.
Menurutnya, Abdul Sani memiliki keluarga di Banyuwangi seperti pamannya yang tinggal di wilayah Meneng, dekat Pelabuhan Ketapang, serta beberapa keluarga lainnya.
Saat ini, menurutnya, Abdul Sani tinggal di rumah pamannya tersebut, sambil menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan musibah tenggelamnya Kapal Rafelia II.
"Saya juga sudah bicara dengannya lewat telepon, ia minta kami tenang, dan dirinya akan pulang setelah seluruh urusannya selesai," ujarnya.
Ia mengatakan, Abdul Sani cukup sering menyeberang di Selat Bali, karena bekerja di bisnis ikan hias antar-pulau, yang ia ambil di wilayah Goris, Kabupaten Buleleng maupun Kabupaten Jembrana dan diantar ke Jawa.
"Di Goris ada bibinya yang bisnis ikan hias tersebut. Tumben kemarin siang hari ia berangkat ke Jawa, karena biasanya malam hari," kata Rosiati.
Saat terakhir berangkat, Abdul Sani yang biasanya membawa ikan hias dengan mobil, saat itu berangkat dengan sepeda motor karena ikan yang dibawanya sedikit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kmp-rafelia-ii_20160304_181943.jpg)