Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KMP Rafelia II Tenggelam

Bangkai Kapal Dekat Kabel Listrik Bawah Laut Berdaya 300 Mega Watt

Perjuangan 11 jam para penyelam menghadapi arus laut di perairan Selat Bali sekitar 5 knot, yang dinilai berbahaya untuk penyelaman...

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
Antara/ Budi Candra Setya
Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban tenggelamnya KMP Rafelia II yang ditemukan di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016). Tim SAR sudah menemukan empat korban meninggal. 

Posisi anak berada dalam gendongan ibunya yang menggunakan jaket penyelamat.


Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban tenggelamnya KMP Rafelia II yang ditemukan di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016). Tim SAR sudah menemukan empat korban meninggal. (Antara/ Budi Candra Setya)

Sedangkan Masruroh menggunakan baju biru.

"Posisi korban ditemukan di kedalaman sekitar 30-an meter. Tadi evakuasi dibantu dengan nelayan tradisional setelah 20 menit dari evakuasi korban pertama yang seorang laki-laki dewasa,” jelas Yusuf.

Satu jam setelah penemuan Masruroh dan bayinya, kembali ditemukan korban berjenis kelamin laki-laki yang mengenakan baju merah dengan celana jins.

Semua korban yang ditemukan lantas dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk divisum dan diidentifikasi.

Seorang lelaki dewasa yang ditemukan pertama kali akhirnya diketahui sebagai sopir truk bernama Tia Agus Miharja yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat.

Sedangkan seorang lelaki dewasa lainnya yang ditemukan terakhir kemarin adalah mualim atau juru mudi kapal, yakni Puji Purnomo.

Puji Purnomo ditemukan di sela-sela truk di dalam kapal.

Karena kapal dalam kondisi terbalik, maka muatan sebanyak 27 truk ukuran besar dan kecil yang ikut tenggelam juga dalam kondisi terbalik.

Terakhir adalah jasad seorang pria, yang ditemukan di ruang anjungan kapal KMP Rafelia II, Minggu (6/3/2016), sekitar pukul 10.00 WIB.

(Saksi Hidup Para Sopir, Ketika Lihat Mang Tia Masuk ke Dalam Kapal Sebelum Tenggelam)

Diduga jasad itu merupakan sang nahkoda kapal, yakni Bambang S Adi.

Namun, untuk memastikannya masih menunggu pihak keluarga korban.

Tim Basarnas menduga seandainya dia tetap berada di anjungan kapal saat tenggelam, dengan kondisi kapal terbalik, maka posisi Bambang diperkirakan ada di bagian bawah bangkai kapal.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved