Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KMP Rafelia II Tenggelam

Bangkai Kapal Dekat Kabel Listrik Bawah Laut Berdaya 300 Mega Watt

Perjuangan 11 jam para penyelam menghadapi arus laut di perairan Selat Bali sekitar 5 knot, yang dinilai berbahaya untuk penyelaman...

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
Antara/ Budi Candra Setya
Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban tenggelamnya KMP Rafelia II yang ditemukan di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016). Tim SAR sudah menemukan empat korban meninggal. 

Kapolres Banyuwangi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bastoni Purnama mengatakan, diketahui posisi kapal berada di 200 meter dari tepi pantai, dan dekat dengan kabel listrik bawah laut.

Kabel bawah laut yang terdiri dari empat sirkuit itu mengalirkan listrik berdaya sekitar 300 Mega Watt (MW) dari Jawa ke Bali.

"Kami berharap posisinya tidak bergeser terbawa arus karena bisa mengganggu kabel listrik bawah laut," kata Bastoni kemarin.

Dalam operasi SAR kemarin, tim mengerahkan 2 helikopter, 8 buah motor boat, 2 kapal patroli sedang, 8 alat berat serta melibatkan pula perahu milik nelayan.

Kepala Polair Polres Banyuwangi, AKP Bashori Alwi mengatakan bahwa timnya sudah terjun ke laut mencari korban sejak pukul 05.00 WIB.


Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban tenggelamnya KMP Rafelia II yang ditemukan di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016). Tim SAR sudah menemukan empat korban meninggal. (Antara/ Budi Candra Setya)

Mereka memanfaatkan waktu sepagi mungkin karena kondisi laut saat itu bersahabat.

"Di pagi hari, air masih jernih dan arus tidak begitu kencang sehingga efektif dilakukan pencarian. Menjelang sore, air laut sudah keruh dan arus sangat kencang, sangat berisiko menyelam pada saat itu," kata Bashori.

Setelah melakukan operasi sekitar 11 jam, pencarian dengan penyelaman dihentikan pukul 16.00 WIB karena hari sudah mulai gelap.

Apalagi arus laut di perairan Selat Bali juga kencang, sekitar 5 knot, yang dinilai berbahaya untuk penyelaman.

"Pencarian korban juga dilakukan dengan jalur udara yakni menerjunkan dua helikopter untuk memperluas jangkauan karena biasanya korban tenggelam akan mengapung di atas permukaan air laut," ujar Didi Hamzar, Kepala Kantor Basarnas Denpasar yang ditunjuk sebagai SMC (SAR Mission Coordinator) KMP Rafelia II saat ditemui di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Ia menjelaskan, masa darurat pencarian korban sesuai dengan prosedur operasional yang standar adalah selama 7 hari pasca terjadinya insiden kecelakaan laut.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan meminta evakuasi bangkai kapal Rafelia II segera dilakukan.

Sebab, ada kabel listrik Jawa-Bali di lokasi tenggelamnya kapal.

"Evakuasi bangkai kapal akan dilakukan atas biaya pemilik. Dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu kabel listrik laut Jawa-Bali," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/3/2016).
Jonan menjelaskan Rafelia II dimiliki operator swasta, yakni PT Darma Bahari Utama.

Menurut Jonan, korban meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 100 juta, sedangkan korban luka Rp 17,5 juta.

"Total yang masuk rumah sakit berjumlah 12 orang, 5 di antaranya sudah diizinkan pulang," kata Jonan. (jas/kompas.com/dtc/ant)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved