Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Music Zone

Bawakan Crimson Eyes, Sigmun Tak Menyangka Dapat Respon Tinggi di Bali

Band rock asal Bandung, Sigmun, untuk kali kedua mengentak panggung musik Pulau Dewata.

Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Irma Yudistirani
Istimewa untuk Tribun Bali
Personel Sigmun: Haikal Azizi (vocal/guitar), Nurachman Andika (guitar), Mirfak Prabowo (bass) and Pratama Kusuma (drums). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Band rock asal Bandung, Sigmun, untuk kali kedua mengentak panggung musik Pulau Dewata.

Kali ini, band yang digawangi empat pemuda berlatarbelakang pendidikan di universitas yang sama, yakni Haikal Azizi (vocal/guitar), Nurachman Andika (guitar), Mirfak Prabowo (bass) and Pratama Kusuma (drums), membawakan karya terbaru yang sekaligus sebagai album debut mereka.

(Terinspirasi Sigmund Freud, Band Asal Bandung Masuk 20 Album Indonesia Terbaik)

Bertajuk Crimson Eyes, full album pertama ini hadir setelah kurang lebih empat tahun mereka membentuk diri sebagai unit rock pada 2011 silam.

Dua tempat menjadi ruang bagi Sigmun untuk menyuguhkan karya mereka pada para pecinta musik rock dan psychedelic di Bali.


Personel Sigmun: Haikal Azizi (vocal/guitar), Nurachman Andika (guitar), Mirfak Prabowo (bass) and Pratama Kusuma (drums).

Yakni di Broadcast Bar and Store, Jalan Pantai Seseh, Mengwi, Badung, dan Subway Store di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali.

“Ini kali kedua kami ke Bali, pertama 2015 kemarin. Dan ternyata perform kami yang pertama di Broadcast kemarin di luar ekspektasi. Tidak menyangka saja sebanyak itu massanya kirain bakal sepi,” ujar Andika saat ditemui Tribun Bali, Sabtu (5/3/2016).

Masih merasa awam di Bali, ternyata respon penonton Sigmun di Bali cukup besar.

Hal tersebut terbukti dari para penonton yang hadir malam itu di Broadcast.

Para pemuda Bali berdatangan ke lokasi tersebut untuk menyaksikan penampilan Sigmun.

“Mengumpulkan materinya memang butuh waktu cukup lama karena kesibukan kami masing-masing. Selain itu ada saat di mana kami terlalu kritis membuat lagu, jadi kami sudah dapat lagu, terus kami dengarkan lagi, merasa belum bagus, kami olah lagi,” tambah Haikal, sang vokalis.

Materi-materi dari album yang berisi 11 track ini sebenarnya sudah bermunculan sejak 2012.

Yaitu In The Horizon, Vultures, Devil in Disguise, Halfglass Full of Poison, The Summoning, The Gravestones, Prayer of Tempest, Inner Sanctum, Golden Tangerine, Aerial Chateau, dan Ozymandias.

“Sebenarnya sudah ada rilisan demo sebelumnya. Ada juga materi yang tadinya ingin dimasukkan ke Crimson Eyes dari rilisan demo itu, Land of the Living Dead, tapi karena jangka waktunya terlalu jauh, akhirnya murni menggunakan materi yang baru,” ujar Haikal.

Bukan lagu-lagu yang umum, apalagi melihat judul-judul yang disuguhkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved