Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Nyepi

Seorang Wanita Kerauhan dan Satu Pria Ditampar Usai Pawai Ogoh-ogoh di Lovina

Seorang wanita yang berperan sebagai penari saat pawai atraksi ogoh-ogoh mengalami kerauhan, seusai pawai di Banjar Celukbuluh, Desa Kalibukbuk.

Tayang:
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Irma Yudistirani
Istimewa
Sejumlah krama mengupacarai wanita yang kerauhan di Banjar Celukbuluh, Desa Kalibukbuk, Lovina, Buleleng, Bali, Selasa (8/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang wanita yang berperan sebagai penari saat pawai atraksi ogoh-ogoh mengalami kerauhan, seusai pawai di Banjar Celukbuluh, Desa Kalibukbuk, Lovina, Buleleng, Bali, Selasa (8/3/2016).

Wanita yang belum diketahui namanya ini tiba-tiba mengamuk di areal Pura Dalem Kalibukbuk.
Seorang saksi, Gede Sumberta, mengatakan sekitar pukul 20.00 Wita, pada malam pengerupukan Nyepi Caka 1938, rombongan pawai sudah ada yang selesai mengusung ogoh-ogoh.

Namun ogoh-ogoh yang selesai diusung itu tidak segera diletakkan ke setra (Kuburan), sesuai semestinya.

Melainkan diletakkan di areal Pura Dalem.
“Biasanya kan dibawa ke setra setelah pawai, ini dibawa ke areal Pura Dalem. Mungkin ini yang buat dia kerauhan,” katanya.
Sejumlah krama lantas mengupacarai wanita itu dengan pecaruan gurupiduka.

Wanita itu lantas kembali sadar.
Tidak itu saja.

Seorang pria tiba-tiba tersungkur saat berada di areal Pura Dalem.

Ia merasa ada yang menampar wajahnya dengan keras.

Padahal tidak ada orang yang menampar di sekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved