Hari Raya Nyepi
Begini Suasana Nyepi di Sekitar Lapangan Puputan Badung
Pecalang lainnya berjaga di perempatan jalan raya, sesekali mereka memantau dan berkomunikasi dengan Handy Talky.
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Suasana hening dan sunyi terasa di kawasan Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016).
Suara burung saling bersahutan, sejumlah anjing terlihat bermain di rerumputan lapangan Puputan Badung saat Hari Raya Nyepi Caka 1938.
Sejumlah pecalang beroperasi di depan Patung Catur Muka.
Pecalang lainnya berjaga di perempatan jalan raya, sesekali mereka memantau dan berkomunikasi dengan Handy Talky.
Untuk Nyepi Tahun ini tiap desa pekraman menerjunkan 30 personel pecalang menjaga dan beroperasi secara bergantian selama 24 jam.
"Nyepi kali ini 1 desa adat menurunkan 30 pecalang untuk beroperasi secara bergantian selama 24 jam," kata I Made Mudra, Ketua Pecalang Bali.
Selama sehari penuh masyarakat Bali diwajibkan melaksanakan Catur Brata yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak bersenang-senang). (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pecalang-berjaga-di-sekitar-lapangan-puputan-saat-nyepi_20160309_115237.jpg)