Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Nyepi

Tradisi Perang Api di Desa Nagi Ubud, Foto-fotonya Mencengangkan

Kumpulan foto perang api di Desa Pekraman Nagi, Ubud, Bali, Selasa (8/3/2016) lalu.

Penulis: Irma Yudistirani | Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Sejumlah Pemuda melaksanakan siat api (perang Api) di depan bale banjar Desa Pekraman Nagi, Ubud, Bali, Selasa (8/3/2016). Para pemuda saling melempar bara api dari sabut kelapa di hari pengerupukan, sehari sebelum melaksanakan bratha penyepian. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Masih bicara soal perayaan Nyepi yang dilakukan seluruh umat Hindu di Indonesia, Rabu (9/3/2016) kemarin.

Perayaan Nyepi di Bali tentunya sangat berbeda dan unik.

Mulai dari pawai ogoh-ogoh hingga ritual perang api.

(Kumpulan Foto Para Pemuda Puri Satria di Klungkung, Saling Pukul Menggunakan Daun Kelapa yang Dibakar)

Seperti yang dilakukan sejumlah pemuda di depan bale banjar Desa Pekraman Nagi, Ubud, Bali, Selasa (8/3/2016) lalu.

Tradisi ini dilakukan bertepatan dengan malam Tilem Sasih Kasanga di hari Selasa tersebut.

Ritual lukat geni ini sebagai wujud pembersihan buana agung dan buana alit, atau sehari sebelum melaksanakan bratha Penyepian.

(Sayang Foto-foto Ini Dibuang, Parade Ogoh-ogoh di Tampak Siring)

Perang api atau dalam bahasa Bali disebut sebagai siat api ini, menggunakan media sabut kelapa.

Sabut kelapa tersebut dinyalakan hingga membentuk bara api.

Menjelang malam hari, para pemuda berkumpul dan saling melempar bara api tersebut.

Tujuan perang api ini, guna menghilangkan energi jahat, yang mempengaruhi tubuh manusia.

Berikut ini kumpulan foto, yang berhasil diabadikan oleh fotografer Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa:

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved