Nilai Bukan Lagi Ukuran, Disdikpora Klungkung Utamakan Indeks Kejujuran Siswa
Ujian pemantapan ini diagendakan mandiri oleh Disdikpora Klungkung, setelah Disdikpora Bali tahun ini tidak lagi mengadakan ujian pemantapan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, Bali bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sepakat mengadakan ujian pemantapan setingkat SMA/SMK, Senin (21/3/2016) hingga Rabu (23/3/2016) mendatang.
Ujian pemantapan ini diagendakan mandiri oleh Disdikpora Klungkung, setelah Disdikpora Bali tahun ini tidak lagi mengadakan ujian pemantapan.
"Hasil ujian saat ini tidak lagi mengedepankan nilai. Tapi, Kementerian Pendidikan meminta agar sekolah dan siswa lebih mengedepankan indeks kejujuran selama pelaksanaan UN," jelas Kadisdikpora Klungkung, Nyoman Mudarta, Minggu (12/3/2016)
Ia menjelaskan, beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia bahkan sudah mengeluarkan peringatan, tidak akan menerima calon mahasiswa yang berasal dari sekolah dengan indeks kejujurannya yang tergolong rendah.
Hal ini dinilai cukup beralasan, karena pelaksanaan UN setiap tahunnya kerap diwarnai kecurangan seperti siswa yang kerap menyontek ataupun adanya guru yang membantu siswa saat pelaksanaan ujian nasional.
“Kami saat ini memprioritaskan indeks kejujuran, lagipula nilai hasil UN tidak berpengaruh terhadap kelulusan, karena kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah,” jelas Mudarta.
Di Klungkung, saat ini hanya SMAN 1 Semarapura yang mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pendidikan, karena menjadi satu di antara sedikit sekolah dengan nilai indeks kejujuran siswa paling baik di Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-lembar-ujian_20150504_175808.jpg)