Breaking News:

Tragedi Angeline

Berusaha Ringankan Hukuman Margriet, Ini Isi Memori Banding yang Disusun Hotma Cs

Kuasa Hukum Margriet, Dion Pongkor menyatakan, untuk memori banding intinya adalah akan menyertakan sejumlah pembelaan terhadap kliennya.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Margriet Megawe didampingi kuasa hukum Hotma Sitompoel tampak menangis di dalam ruang tahanan PN Denpasar usai sidang, Senin (29/2/2016). 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Vonis hukuman seumur hidup kepada Margriet C Megawe masih terus akan berlanjut di tingkat peradilan.

Itu seiring dengan akan dimasukkannya memori banding oleh kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel Cs.

Dalam memori banding itu, pihak kuasa hukum akan segera memasukkannya ke Pengadilan Tinggi (PT) Bali.

Kuasa Hukum Margriet, Dion Pongkor menyatakan, untuk memori banding intinya adalah akan menyertakan sejumlah pembelaan terhadap kliennya yakni melampirkan BAP terpidana Agus Tay Handamay yang pertama.

Menurut Dion, hal itu dilakukan sebagai langkah untuk membantu majelis hakim.

Sebab, sebenarnya hakim Pengadilan Negeri Denpasar tidak perlu memaksakan diri memakai petunjuk untuk menghakimi kliennya.

"Dalam persidangan itu yang tersaji adalah petunjuk-petunjuk, karena kurang terbukti. Kenapa susah-susah begitu," ucapnya, Senin (14/3/2016).

Menurut dia lagi, mengapa harus memakai petunjuk, jika ada Agus yang sudah mengaku sebagai pembunuh dan sudah dibuktikan juga dengan BAP Agus dan video pertama pemeriksaan Agus.

"‎Sebenarnya kami tidak boleh mengomentari keputusan hakim. Tapi sudah dibacakan ke semua orang. Jadi, hakim itu selalu menggunakan petunjuk. Padahal, sudah ada bukti jika Agus pelakunya. Itu yang akan kami ajukan banding, nantinya," jelasnya.

Dia menyatakan, jika menggunakan bukti petunjuk, maka yang terjadi adalah bias perkara.

Karena, dalam sebuah petunjuk akan ada beberapa makna.

Seperti halnya ketika Margriet melaporkan anak angkatnya yakni Engeline (sebelumnya disebut Angeline) hilang, malah hakim menyebut itu adalah kepura-puraan.

"Padahal, memang salah ketika seorang ibu melaporkan anaknya yang hilang? Nah itulah, kalau menggunakan petunjuk itu akan bias," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved