21 Hari Nyejer Ida Bhatara Turun Kabeh, Kegiatan Mendaki di Gunung Agung Ditutup
Pendakian sudah ditutup sejak beberapa pekan lalu. Langkah itu untuk menghindari hal yang tak diinginkan bagi pendaki.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ribuan umat Hindu sembahyang pada Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (23/3/2016).
Mengenakan pakaian adat, ribuan pemedek tampak silih berganti sembahyang di Pura Penataran Besakih.
Membawa canang dan dupa, pemedek tampak khusyuk memanjatkan doa.
Pejabat daerah serta pimpinan SKPD juga hadir.

Ribuan umat Hindu sembahyang pada Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (23/3/2016). (TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM)
Sembari kepala menunduk, para pemedek memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, prosesi Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, sulingih yang muput sebanyak enam orang.
Satu di antaranya, Ida Pedanda Gede Ngenjung dari Geria Duda Selat, dan Ida Pendanda Gede Djelantik Duaja dari Geria Budekeling.
Total sulinggih yang muput sejak awal sebanyak 32 orang.
Pemangku Pura Besakih Gusti Jero Mangku Jana, menjelaskan upacara puncak karya ini digelar setahun sekali. Upacara dimulai sejak pagi diawali dengan upacara pekidah di seluruh Pura Agung Besakih.
Kemudian, menggelar upacara di Pura Penataran Agung.
Dimulai dari pemujaan sulinggih di balai gajah hingga menggelar persembahyangan.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Nedunan Ida Bhatara di balai peselang.
“Proses acara puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh berjalan lancar. Acara ini sudah sebulan yang lalu digelar dan hari ini (kemarin) puncaknya,” jelas Mangku Jana.
Jero Mangku menjelaskan, puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang dilakukan pada purnama sasih kedasa bermakna memohon keselamatan. Para pemedek memohon keselamatan dan kerahayuan Ida Shang Hyang Widhi Wasa.
Artinya, tambah Jero Mangku, krama Hindu yang datang menghaturkan rasa syukur dan terima kasih kepada tuhan yang memberikan berkah.
Usai puncak karya akan digelar nyejer selama 21 hari dari purnama kedasa.
Selama rangkaian upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, segala aktivitas pendakian di Gunung Agung sementara ditutup.
Baik pendakian melalui Jalur Pengubengan dan Jalur Embong Desa Besakih, Kecamatan Rendang, maupun Jalur Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.
Menurut seorang warga Besakih I Ketut Suyasa mengungkapkan, pendakian sudah ditutup sejak beberapa pekan lalu.
Langkah itu untuk menghindari hal yang tak diinginkan bagi pendaki.
“Kemungkinan sampai usai Karya Ida Bhatara Turun Kabeh,” jelas I Ketut Suyasa kepada Tribun Bali.
Menurutnya, pendaki harus mengerti dan menghormati upacara besar yang dilakukan setiap tahun.
Kemungkinan, pemedek yang melakukan pendakian dengan tujuan sembahyang baru diperbolehkan.
Jika tujuan untuk mendaki maka tidak diperbolehkan untuk sementara.
“Kalau tidak salah, penutupan pendakian sudah masuk awig-awig (aturan) dari Desa Adat Besakih,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-bhatara-turun-kabeh2_20160324_130905.jpg)