Pasar Ubud Terbakar
Tatapan Kosong Pedagang Pasar Ubud, ‘Barang Kami Sudah Habis Terbakar’
Los tersebut didominasi oleh penjualan suvenir khas Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pasar Tradisional Ubud, Gianyar, Bali terbakar, Kamis (24/3/2016) pukul 04.30 Wita.
Kebakaran ini menghanguskan blok A-Belakang berlantai dua. Di lantai satu terdapat 50 los dengan jumlah 84 pedagang dan lantai dua 85 los dengan 88 pedagang.
(BREAKING NEWS: Pasar Ubud Gianyar Kebakaran, Ini Fotonya!)
Los tersebut didominasi oleh penjualan suvenir khas Bali.
(Kebakaran di Pasar Ubud Menjalar, 4 Motor Hangus Terbakar)
Di antaranya, kain, pernak-pernik dan topeng.
Selain barang jualan, 4 sepeda motor yang diparkir di depan kios juga meledak dan hanya menyisakan rongsokan.
Tidak jauh dari lokasi kebakaran, para pedagang korban kebakaran berkumpul tanpa bicara.
Tatapannya kosong ke arah petugas yang berusaha memadamkan api.
Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra juga datang untuk memberikan semangat untuk para pedagang.
Namun hal tersebut tidak memberi efek.
Sebab Mahayastra sendiri belum bisa memberikan solusi.
"Ibu tenang ya, kami akan secepatnya mencari solusi," ujarnya pada korban.
Seorang korban, Ni Ketut Sukraini berharap pemerintah tidak hanya memikirkan solusi renovasi dan mencari tempat relokasi.
Tetapi juga mau membantu pedagang yang kehilangan penopang ekonomi keluarganya.
"Barang kami sudah habis. Kalau pun gedung ini diperbaiki, dan kami dikasih tempat jualan sementara, itu tidak ada artinya. Kami tetap tidak bisa jualan. Semoga pemerintah memikirkan itu," ujar perempuan yang mengaku mengalami kerugian Rp 200 juta.
Dugaan sementara penyebab kebakaram berasal dari korsleting listrik di lantai 1 Blok A-Belakang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kebakaran-di-pasar-ubud_20160324_094759.jpg)