Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Bhayangkara 2016

Wah, Aremania ke Jakarta Dikawal Polisi Bersenjata

Tidak hanya itu, di dalam setiap bus, juga ada dua orang polisi berseragam dan memakai senjata api.

Editor: Kander Turnip
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Aremania 

TRIBUN-BALI.com, KLOJEN - Tidak boleh memakai atribut Arema dan naik kereta api.

Inilah dua larangan penting dari Kepolisian Republik Indonesia untuk Aremania (suporter Arema) yang akan melakukan tur Batavia.

Tur Batavia merupakan perjalanan Aremania dan Aremanita ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta untuk menyaksikan laga final Piala Bhayangkara, Arema Cronus lawan Persib Bandung, Minggu (3/4/2016).

Ribuan Aremania memulai perjalanan ke GBK dari Kota Malang, Sabtu (2/4/2016) pagi. Mereka berangkat pukul 09.00 WIB.

Titik pertemuan adalah seputar Kantor Arema di Jalan Kertanegara, Patung Singa dan Stasiun Malang Baru Kota Malang.

Ketiga lokasi ini berdekatan. sebanyak 26 bus yang mengangkut ribuan Aremania.

Aremania itu berasal dari Malang Raya (Kota dan Kabupaten Malang, serta Kota Batu).

Bus tersebut merupakan sumbangan dari tiga pemerintah daerah, masing-masing 11 unit dari Pemkab Malang, 10 dari Pemkot Malang, dan lima dari Pemkot Batu.

Jika satu bus berisikan 50 orang, maka keseluruhan bus bisa mengangkut sekitar 1.300 orang.

Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan estimasi Aremania asal Malang Raya yang akan 'membirukan' GBK. Panitia tur memperkirakan ada 5.000-an suporter asal Malang Raya yang akan menuju Jakarta.

Namun demi keamanan mereka, polisi melakukan pengawalan ketat.

Tidak hanya pengawalan ketat, polisi juga menyertakan dua syarat itu yakni tidak memakai atribut Arema di perjalanan dan tidak memakai kendaraan kereta api.

Sehingga ketika rapat koordinasi antara Aremania dan Polda Jatim di Aula Mapolres Malang Kota, Aremania meminta ketiga pemerintah daerah menyediakan armada bus, Jumat (1/4/2016).

"Kami melarang mengendarai kereta api karena pengawalannya sulit, kalau pakai bus lebih mudah," ujar Kepala Biro Operasional Polda Jatim Kombes Pol M Arief Pranoto.

Larangan ini terutama bagi rombongan besar. Jika suporter tidak tergabung di rombongan besar, bisa memakai kendaraan apa pun asalkan tidak memakai atribut Arema di perjalanan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved