Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Petani Manggis Pupuan Tagih Janji Ekspor Langsung Ke Tiongkok

Produksi manggisnya saat ini sedang memasuki masa panen raya hingga dua bulan kedepan

Penulis: I Made Argawa | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/ I Made Argawa
Wayan Kutia menunjukkan buah manggis layak ekspor di gudang pengepulnya di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Rabu (13/4/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Petani buah manggis di Kecamatan Pupuan, Tabanan saat ini sedang memasuki masa panen, kecamatan yang berada di dataran tinggi itu tidak hanya terkenal dengan kopinya.

Produksi manggisnya saat ini sedang memasuki masa panen raya hingga dua bulan kedepan.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pengepul manggis asal Pupuan atau  Sub Terminal Agribisnis (STA) Zona Desa Belimbing, Wayan Kutia.

Pihaknya mempertanyakan janji Departemen Pertanian yang sempat berkunjung ke Pupuan bahwa tahun 2016 ini ekspor buah manggis bisa langsung ke Tiongkok tanpa harus transit ke Malaysia.

“Tetapi sampai bulan Maret ini, pengiriman ke Tiongkok belum bisa langsung dan tetap transit dulu ke Malaysia,” katanya saat ditemui di gudang pengepakan manggis miliknya, (13/4/2016).

Dia menyebutkan, manggis Pupuan tidak hanya diekspor ke Tiongkok, tapi juga ke Thailand dan Perancis.

Namun 80 persen manggis dikirim ke Tiongkok.

Untuk proses pengiriman, Kutia mengungkapkan ketika tiba di Malaysia manggis Pupuan akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu perkilogram, sehingga hargai manggis pupuan sampai di Tiongkok harganya mencapai dua kali lipat.

"Kami berharap bisa langsung eksport ke Tiongkok karena harga akan lebih mahal, untuk buah ekspor memang tampilan yang lebih diutamakan dan proses pengiriman dalam satu dus harus seragam sehingga sampai di tempat tujuan matangnya bisa bersamaan " jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved