Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Rakyat Bali Diminta Belajar Dari ‘Teman Ahok’ Sebelum Pilgub Bali 2018

Mantan Komisioner KPU pusat, I Gusti Putu Artha, punya pesan untuk rakyat Bali, sebelum memilih Gubernur Bali tahun 2018.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Irma Yudistirani
Warta Kota/alex suban
Warga mengisi formulir dukungan pasangan calon independen Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - Heru Budi Hartono di gerai Teman Ahok di Cilandak Town Square, Sabtu (19/3/2016). Di gerai dapat dikumpulkan 400-500 formulir dukungan pada hari biasa, sementara para akhir pekan bisa lebih banyak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Komisioner KPU pusat, I Gusti Putu Artha, mengatakan jika dalam Pilgub Bali tahun 2018 ke depan hanya diikuti oleh calon partai politik yang tidak baik, maka rakyat Bali harus memaksakan calon independen.

“Kalau orang dari partai dimajukan yang tidak cakap, kita paksakan calon independen, paksakan orang baik,” jelasnya dalam Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Denpasar, Bali, Minggu (8/5/2016).

Menurutnya, minimal seseorang yang menjadi Gubernur Bali nanti di tahun 2018 memiliki kemampuan dan track record (Rekam jejak) yang sama.

Bahkan harus lebih baik daripada Made Mangku Pastika.

“Nanti orang yang belum jadi Gubernur tidak bisa menjelaskan asal usul kekayaannya. Apalagi sudah jadi Gubernur. Sekurang-kurangnya sama dengan Made Mangku Pastika dengan programnya seperti Simantri, Gerbangsadu, JKBM terlepas dari reklamasi Teluk Benoa, saya juga berbeda dengan beliau,” ujarnya.

Maka dari itu, anak-anak muda Bali harus belajar dari Teman Ahok.

Di mana Teman Ahok sekarang ada orang ikhlas, yang sudah memberikan 800 ribu KTP.

Bahkan 90 persen penjaga stan Teman Ahok adalah warga muslim.

Jika Ahok terpilih lagi, maka urusan Pancasila itu sudah terjawab.

“90 persen penjaga stan Teman Ahok itu adalah muslim. Terharunya kalau kita bicara hari ini Pancasila. Maka pilot project ini bagus, ketika kita bicara pancasila ini saja kita sukseskan. Siapapun dia asal cerdas, pintar akan dipilih. Jadi di wilayah rakyat pancasila itu sudah selesai, di wilayah elit saja yang membenturkannya,” tegas pengamat politik yang tergabung dalam Teman Ahok ini.  

Sehingga alam Pilgub Bali tahun 2018 mendatang harus mendukung orang baik jadi Gubernur Bali.

“Harus dicari orang-orang yang betul-betul melayani Bali. Di sana (Jakarta, red) banyak anak-anak muda menyumbang bagi orang baik, saya belajar banyak di Jakarta. Jadi kita harus dorong orang menjadi Gubernur Bali ini kepada tokoh yang mau bekerja bagi Bali. Bukan orang yang punya uang dan punya track record yang baik,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved