Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Munaslub Golkar di Bali

Kaderisasi Unik Mahyudin: Sekasur, Sedapur, Sesumur, Sedulur

Sistem rekrutmen itu unik dan sangat mendukung kaderisasi partai secara berkelanjutan.

Editor: Kander Turnip
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kiri) bersama Ketua Panitia Rapimnas IV Partai Golkar Mahyudin (tengah), dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, saat pembukaan Rapimnas IV Partai Golkar, di Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012). Salah satu agenda Rampinas kali ini adalah strategi pencalonan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUN-BALI.com, MANGUPURA - Kandidat calon ketua umum (caketum) Partai Golkar, Mahyudin sangat serius ingin memperbaiki kaderisasi internal.

Itulah salah satu alasan ia memasukkan pengelolaan kader secara profesional sebagai salah satu jurus jitu membangkitkan kejayaan Partai Golkar.

"Kader itu motor partai. Tanpa kader partai bukan apa-apa," kata mantan Bupati Kutai Timur ini dalam obrolan santai dengan para jurnalis di Nusa Dua, Badung, Bali Kamis (12/5/2016).

Mahyudin menyebutkan perlunya menerapkan kembali sistem rekrutmen Golkar yang sudah lama dilupakan, yaitu 'Sekasur, Sedapur, Sesumur, Sedulur'.

"Sistem rekrutmen itu unik dan sangat mendukung kaderisasi partai secara berkelanjutan," kata Wakil Ketua MPR ini.

Mahyudin menjelaskan, Sekasur maksudnya pasangan kita harus ikut mendukung Golkar.

Sedapur maksudnya selain pasangan, anak, orangtua dan saudara serumah juga harus ikut mencintai Golkar.

"Sesumur itu artinya kita punya kewajiban moril untuk mengajak para tetangga mengenal dan memilih Golkar," kata legislator dari dapil Kaltim ini.

Terakhir, Mahyudin menyebut sedulur maksudnya kampung atau lokasi di mana kader tersebut tinggal harus menguning.

Kader tersebut harus berhasil mewarnai lingkungan sekitarnya dan memberi teladan yang baik sebagai kader.

"Itu istilahnya bersih lingkungan. Kader berhasil menjalankan rekrutmen dengan baik," katanya.

Ada tradisi baru yang dilaksanakan panitia penyelenggara bagi para kandidat calon ketua umum (Caketum) di Munaslub 2016 ini, yaitu debat publik.

Debat ini dilaksanakan bagi kedelapan caketum di hadapan para ketua DPD I dan DPD II serta disiarkan langsung di layar kaca.

"Ini tradisi yang baik dan perlu dilestarikan. Saya mengapresiasi pelaksanaannya. Dari debat ini publik bisa diketahui seberapa besar kompetensi para caketum yang dipilihnya," kata Mahyudin, kandidat caketum dengan nomor urut 4.

Menurutnya, bobot seseorang bisa dilihat tidak hanya dari cara penyampaiannya, tapi juga isi dari apa yang disampaikan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved