Sudikerta Nilai Setya Novanto Sebagai Kapsul Obat Penyakit Prahara di Golkar

erpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar periode 2016-2019, diyakini akan membawa secercah harapan bagi kader Golkar di daerah.

Sudikerta Nilai Setya Novanto Sebagai Kapsul Obat Penyakit Prahara di Golkar
Tribun Bali/Rizal Fanany
Setya Novanto 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar periode 2016-2019, diyakini akan membawa secercah harapan bagi kader Golkar di daerah.

Novanto diibaratkan sebuah kapsul obat prahara yang telah berlangsung satu setengah tahun belakangan.

“Pengalaman menjadikan kita pahit selama 1,5 tahun, sakit. Kita tidak mau sakit untuk kedua kalinya. Maka kita harus obati, cara mengobati dengan kapsul, bergabung ke dalam sistem. Tentu kapsul inilah yang akan bisa mengobati kesakitan kita ke depan,” ungkap Ketua Golkar Bali, Ketut Sudikerta usai penutupan Munaslub.

Sudikerta mengatakan, Setya Novanto merupakan sosok obat bagi penyakit yang satu setengah tahun ini menggerogoti Golkar.

Bagi Sudikerta, Novanto akan menjadi kapsul obat penyakit yang diderita partainya.

Sudikerta juga menyatakan, sebagai partai yang memiliki doktrin karya kekaryaan, sudah sepantasnya Golkar menjalin kerjasama dengan pemerintah Jokowi-JK.

Karena sepanjang sejarah, Golkar tidak pernah lepas dari sistem yakni bergabung menjadi partai penyokong pemerintah, baik di era Orde Baru maupun Reformasi.

“Sejarah Golkar tidak pernah lepas dari sistem, dia selalu berada di dalam sistem,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Center for Democracy and Leadership Research, Hanta Yuda AR di arena Munaslub menyatakan, Munaslub telah membuat fase konflik di Golkar mulai selesai.

“Ya mungkin fase konfliknya sudah mulai selesai. Golkar rekonsiliasinya lebih positif saya lihat. Apalagi diakomodir semua calon-calonnya, dan yang paling mungkin tantangan internalnya semakin  mengecil, karena rekonsiliasi, potensi perpecahannya bisa diantisipasi,” papar Hanta Yuda.

Terkait Novanto, Hanta Yuda memberikan catatan khusus.

Bahwa Novanto memiliki noda buruk dimata publik akibat kasus "papa minta saham".

Citra buruk ini yang membuat Golkar harus bekerja keras untuk merancang strategi jika ingin memenangkan Pileg 2019. (*)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved