Jejak Jejak Sang Jenderal
Wanita Hebat di Sisi Sang Jenderal, Tugas Berat Terasa Ringan, Karier pun Meningkat
Pernikahan Made Mangku Pastika dan Ni Made Ayu Putri, membuat Made Mangku Pastika semakin bergairah menjalani hidup.
Sekembalinya dari Timor Portugis, Made Mangku Pastika kembali bertugas di Kesatuan Brimob di Jakarta. Lalu pada tanggal 23 Februari 1977, barulah Made Mangku Pastika menikah dengan Ni Made Ayu Putri.
Ketika sudah menikah, Made Mangku Pastika tidak ingin hanya menjadi polisi biasa, kariernya di polisi ingin ditingkatkan. Maka Made Mangku Pastika mengikuti beberapa test ujian untuk dipilih sebagai Ajudan Menhankam Pangab. Hal ini ia lakukan untuk meningkatkan jenjang kariernya di dunia kepolisian. Karena Made Mangku Pastika setelah menikah ingin menyiapkan masa depan untuk keluarganya.
Setelah melalui rangkaian test, seperti biasa, Made Mangku Pastika mendapatkan penilaian yang terbaik di antara para peserta lainnya, dan ia pun dengan lancar masuk menjadi ADC Menhankam/Pangab, Jenderal TNI Maraden Pangabean. Tepat pada bulan Oktober 1977, tugas itu Made Mangku Pastika emban. Tugas itu dijalani dengan penuh tanggung jawab, karena dukungan dari keluarga pun memang membuat Made Mangku Pastika semakin giat dalam bekerja.
Tugas sebagai Ajudan Menhankam/Pangab dilalui Made Mangku Pastika hingga tahun 1981. Selama empat tahun itulah, masa pergaulan Made Mangku Pastika di jajaran pejabat militer dan kepolisian. Sebagai Perwira Muda ABRI, Made Mangku Pastika belajar banyak hal dari penugasan tersebut. Dari mulai hal-hal yang menyangkut persoalan Militer dan Polri, sampai kepersoalan-persoalan politik nasional dan internasional.
Mulai dari persoalan-persoalan praktis sampai persoalan-persoalan strategis, termasuk masalah hubungan antar bangsa dan politik luar negeri.
Belajar Dari Pengalaman
Bukan hanya itu, pada kesempatan tugas tersebut, Made Mangku Pastika juga belajar mengenal dan menghayati etika pergaulan di tengah-tengah keluarga yang bersifat etnis primodial, sampai kepada tata cara pergaualan diplomatis bertaraf internasional, dengan tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa yang bermartabat, tanpa harus minder atau rendah diri. Tata cara pergaulan itulah yang membuat Made Mangku Pastika secara personal bukan hanya mengalami peningkatan karier, tetapi juga peningkatan eksitensi diri. Semua dijadikan pelajaran melalui pengalaman.
Pada tahun 1982, Made Mangku Pastika menjadi ADC Menko Polkam RI, lalu penugasan tersebut berakhir, karena Made Mangku Pastika harus melanjutkan pendididikan ke PTIK untuk dapat meniti karier selanjutnya pada Polri.
Made Mangku Pastika menyelesaikan pendidikan di PTIK pada tahun 1984, dengan predikat lulusan terbaik. Lalu selanjutnya bertugas menjadi Kepala Sub Dinas Pencurian Berat Reserse Polda Metro Jaya.
Dan pangkat Made Mangku Pastika waktu itu sudah Mayor Polisi. Tugas pokoknya adalah menangani kasus-kasus pencurian, perampokan, dan kejahatan-kejahatan keras lainnya. Kesatuannya dikenal dengan nama TEKAB (Tim Khusus Anti Bandit) yang bertugas siang malam di seantero Jakarta dan sekitarnya, melumpuhkan kelompok-kelompok penjahat yang sering mengacau Jakarta Raya.
Tugas Made Mangku Pastika di Sub Dinas Pencurian Berat Reserse Polda Metro Jaya hanya setahun. Lalu selanjutnya ia menjabat menjadi Kepala Unit Harta Benda Reserse POLDA Metro Iaya, dari tahun 1985-1986.
KAPOLSEK Tambora, Jakarta Barat, 1986-1988, Kepala Satuan Penyidikan Vice Control MABES POLRI, 1988-1989, Kontingen Garuda IX/Namibia, Afrika, 1989-1990, Kepala Bagian Reserse Ekonomi POLDA Sulselra (Letkol Pol.), 1991-1992, Kepala Satuan Penyidikan Perbankan, MABES POLRI, 1992-1994, KAPOLRES Jakarta Barat, 1994-1995, Wakil Asisten Perencanaan POLDA Metro laya, 1995-1996, Kepala Departemen KERSIN NCB/INTERPOL (Kolonel Polisi), 1997, Direktur Reserse Ekonomi MABES POLRI. 1997-1999, Penugasan Operasi BKO POLDA Timor-Timur Dalam Rangka Jajak Pendapat Chief Liaison Officer POLRI UNAMET, Dili Timor-Timur tahun 1999, Dir. Serse Tipiter Mabes POLRI (Brigjen Pol.) 1999-2000, Sekretaris NCB/INTERPOL, 2000, KAPOLDA NTT, 2000-2001, KAPOLDA IRIAN JAYA (Irjen PoI), 2001-2002, Ketua Tim Investigasi Bom Bali, 2002, Wakil Kepala Badan Reskrim POLRI, 2002-2003, KAPOLDA BALI, 2003-2005, Kepala Pelaksana BNN RI (Komjen. Pol), 2005-2008.
Dari berbagai tugas yang telah Made Mangku Pastika jalankan, ada kenangan yang tidak bisa dilupakan ketika Made Mangku Pastika ditugaskan ke Afrika Barat Daya, sebagai anggota Kontingen Garuda IX selama sembilan bulan pada tahun 1988, dimana Made Mangku Pastika bertugas di distrik Windhoek, Ibu Kota Namibia, sebagai Komando untuk wilayah Katutura dan Komasdal.
Wilayah tersebut adalah wilayah konflik, senantiasa bergolak setiap saat, karena merupakan basis pro-independen dan kediaman para pemimpin kulit hitam, termasuk calon Presiden Namibia, Sam Nujoma.
Penugasan di Afrika itu memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi Made Mangku Pastika karena mendapat kesempatan bergaul dan memimpin para polisi dari berbagai bangsa dan negara, dengan berbagai karakter, kebiasaan, dan tingkat profesionalisme yang sangat bervariasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/casko-wibowo-dan-artis-sinetron-ayudia-bing-slamet_20160521_152507.jpg)