Melarat di Pulau Surga
Wayan Purnawan Cuma Berdiam Diri Menahan Rasa Sakit
Kondisi perekonomian keluarganya yang tergolong kurang mampu pun ikut memperparah keadaan Purnawan.
TRIBUN-BALI.com, GIANYAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Humas Pemprov Bali untuk meninjau keadaan I Wayan Purnawan (18), remaja dari keluarga kurang mampu yang mengidap penyakit cerebral palsy, dan menyerahkan bantuan sementara ke rumahnya, di Banjar Belega Kanginan, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, Rabu (25/5/2016).
Purnawan merupakan putra pasangan I Ketut Pageh (43) bersama Ni Wayan Nadi (40), menderita gejala kelumpuhan pada otak (cerebral palsy) sejak tamat pendidikan Sekolah Dasar (SD), dengan kondisi kaki yang semakin hari semakin mengecil hingga tidak mampu lagi menopang tubuhnya untuk berjalan.
Hal tersebut membuatnya tidak bisa lagi melanjutkan pendidikan.
Sehari-hari ia hanya bisa berdiam diri menahan sakit yang diderita.
Kondisi perekonomian keluarganya yang tergolong kurang mampu pun ikut memperparah keadaan Purnawan, karena tidak bisa mengantarkannya berobat untuk mendapatkan penanganan yang layak.
Pageh yang hanya bekerja sebagai buruh bambu, berpenghasilan tidak tetap yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Sehingga perawatan anaknya sehari-hari harus diserahkan kepada istrinya, yang dilakukan seadanya.
Pageh saat mendapat kunjungan dari tim Humas mengaku sangat berterimakasih atas keperdulian Gubernur Bali kepada keluarga kurang mampu seperti dirinya.
Ia pun sangat mengharapkan mendapat bantuan selanjutnya berupa pengobatan bagi anaknya.
“Semoga Bapak Gubernur Bali bisa membantu pengobatan anak tiang, agar anak tiang bisa beraktivitas seperti pemuda sebayanya,” pinta Pageh.
Sekretaris Desa Bona, I Gusti Ngurah Anom yang kala itu ikut mendampingi kunjungan Tim HUmas menjelaskan, keluarga Pageh termasuk keluarga miskin dengan kondisi rumah layak huni, sehingga tidak masuk dalam kategori penerima bantuan bedah rumah.
Namun bantuan raskin sudah diberikan secara rutin setiap bulan.
Senada dengan Pageh, ia pun menyatakan pengobatan merupakan bantuan lanjutan yang paling cocok untuk Purnawan.
Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai, beras dan mie instan guna meringankan beban kehidupan keluarga tersebut selama beberapa hari ke depan, sambil menunggu bantuan selanjutnya yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait.
Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat mampu untuk membantu sesama yang membutuhkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-humas-pemprov-bali-beri-bantuan-kepada-i-wayan-purnawan_20160525_223859.jpg)