Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Melarat di Pulau Surga

Balita Penderita Epilepsi Asal Gianyar Ini Hanya Tergolek Lemas

Gejala Kadek Santi ini didiagnosa oleh dokter sebagai epilepsi yang disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak.

Editor: Kander Turnip
Humas Pemprov Bali
Keluarga bocah Kadek Santi Ayundari di Banjar Blasinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (7/6/2016). 

TRIBUN-BALI.com, GIANYAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Humas Pemprov Bali ke rumah Kadek Santi Ayundari (1,5), bocah dari keluarga kurang mampu yang menderita penyakit epilepsi asal Banjar Blasinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (7/6/2016).

Menurut Made Martini (31) ibunda Kadek Santi Ayundari, anaknya terlahir dengan keadaan normal, namun setelah berusia satu bulan tiba-tiba mengalami gangguan pada pencernaan yang mengharuskanya dirawat di rumah sakit Sanjiwani Gianyar.

Dan setelah umur 3 bulan Kadek Santi mengalami panas tinggi dan kejang-kejang sehingga kembali harus dirawat selama 1 bulan di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar.

Gejala Kadek Santi ini didiagnosa oleh dokter sebagai epilepsi yang disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak sehingga membuat Kadek Santi mengalami kejang-kejang secara berkala.

Nyoman Arnawa (35) ayah Kadek Santi, yang bekerja sebagai pegawai swasta, mengatakan, selama ini putrinya menjalani perawatan dengan bantuan BPJS Kesehatan.

Namun sampai saat ini kondisi putri keduanya tersebut tidak kunjung membaik.

“Anak saya tidak bisa makan dengan baik jika tidak dibantu dengan selang. Dan anak saya juga sampai saat ini hanya tergolek lemas di umurnya yang masih belia ini,” kata ayah dua orang anak tersebut dengan nada lirih.

Ia berharap pemerintah dapat membantu keluarganya, agar anaknya dapat kembali pulih dan mendapat penanganan yang intensif.

Kepala Dusun Blangsinga, I Gusti Made Oka yang turut mendampingi tim saat berkunjung ke lokasi, menceritakan bahwa keluarga ini memang dalam kondisi yang memprihatinkan.

Hal ini diperburuk karena datanya belum masuk sebagai KK miskin, sehingga belum bisa diajukan sebagai penerima bantuan program-program pemerintah.

Namun ia tetap berusaha mencarikan bantuan kemanusiaan bagi warga tersebut, diantaranya sudah datang dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar dan beberapa relawan.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa di desanya masih terdapat 43 KK miskin dari total 550 jumlah KK yang ada.

Pihaknya sampai saat ini masih terus berusaha untuk menjembatani masyarakat miskin di desanya dengan program-program bantuan yang berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai, agar lebih bermanfaat bagi pengobatan bocah malang itu.

Dan bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait.

Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved