Balian Turun Temurun Pekak Liyer Terkenal Hingga ke Luar Negeri, Ini Penerusnya!
Nasib kebalian Pekak Liyer pun berubah drastis sejak film Eat Pray Love ditayangkan. Warga dari setiap belahan dunia menyambangi kediaman Pekak Liyer
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pekak Liyer (sapaan akrab I Ketut Liyer) dalam film Eat Pray Love menghembuskan napas terakhir dalam usia 100 tahun di Rumah Sakit Surya Usada, Rabu (8/6/2016) pukul 22.45 Wita.
Kepada Tribun Bali, I Nyoman Latra (64) yang merupakan anak satu-satunya dari mendiang Pekak Liyer menceritakan kisah masa lalu Pekak Liyer, yang mengawali karir sebagai jro balian sejak masih berumur 15 tahun.
(Paranormal Pekak Liyer di Film Eat Pray Love Tutup Usia, Hari Ini Mekingsan Ring Gni)
Dalam keluarga I Ketut Liyer, menggeluti profesi sebagai balian merupakan tradisi turun temurun.
Pekak Liyer sendiri merupakan generasi balian ke-9 dalam silsilah keluarganya.
Selain menjadi balian, Pekak Liyer juga memiliki hobi yoga dan melukis pewayangan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Bali, lukisan Pekak Liyer amat sangat diminati wisatawan.
Karena lukisannya inilah, warga negara asing mengenal Pekak Liyer dan kemudian juga berobat serta berkonsultasi mengenai masalah non-medis.
Lambat laun, sayup-sayup nama Pekak Liyer pun mulai dikenal hingga ke luar negeri.
Di awal pengabdiannya menjadi jro balian, jumlah pasiennya rata-rata hanya 10 orang dalam sehari.
Jumlah pasien yang sedikit berlangsung hingga berpuluh-puluh tahun.
Nasib kebalian Pekak Liyer pun berubah drastis sejak film Eat Pray Love ditayangkan.
Warga dari setiap belahan dunia menyambangi kediaman Pekak Liyer.
“Dari awalnya pasiennya tidak pernah lebih dari 10 orang di hari-hari biasa, sejak saat film Eat Pray Love tayang, pasien bapak setiap harinya tak pernah kurang dari 70 orang. Mungkin ini pulalah yang menyebabkan kondisi bapak ngedrop,” ujar Latra.
Di rumahnya yang sejuk, Latra mengungkapkan bahwa Pekak Liyer meninggalkan empat orang cucu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-ketut-liyer_20160610_101746.jpg)