Breaking News:

Angkernya Batu Bata dan Kemunculan Harimau Putih di Lokasi Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo

Namun, setiap masyarakat yang mengambil batu bata di situs Kawitan tersebut mendadak sakit keras.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pemedek tangkil saat pujawali di Pura Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, pekan lalu. 

TRIBUN-BALI.COM - Wilayah Taman Nasional Alas Purwo di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, dikenal sebagai tempat yang sangat disakralkan oleh masyarkat setempat.

Sejak dahulu kala, hutan hujan dataran rendah dengan luas total 43.430 hektare ini kerap dijadikan tempat meditasi dan pertapaan.

Di hutan inilah berdiri megah Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, salah satu pura yang sangat disakralkan oleh umat Hindu di Jawa Timur.

Suasana sejuk langsung terasa ketika memasuki wilayah Taman Nasional Alas Purwo. Hamparan hutan pohon Jati (Tectona grandis), kebun jagung, dan beberapa pemukiman warga dapat ditemui sesaat setelah memasuki areal TN Alas Purwo.

Semakin jauh ke tengah hutan, vegetasi hutan mulai berbeda.

Suasana mistis dan angker kian terasa ketika memasuki hamparan hutan dengan vegetasi pohon Kepuh (Sterculia foetida) dan pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki).

Jalan yang dilalui pun mulai setapak, dengan kondisi rusak parah dan berlubang.

Jika beruntung, pemedek akan berjumpa dengan burung merak ataupun ayam hutan yang sesekali menampakkan keberadaanya di antara semak belukar.

Setelah sekitar 22 kilometer masuk ke tengah hutan, pemedek sampai di sebuah areal terbuka yang letaknya berada diantara lebatnya hutan.

Di lahan hutan seluas 12 hektare inilah, berdiri megah Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved