Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pelawak Dolar Meninggal Usai Muntahkan Darah Segar, Petruk: Hati Saya Seperti Teriris!

Sahabat Dolar, Nyoman Subrata alias Petruk, merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Dolar

Tayang:
tribun bali/Luh De Dwi Jyanthi
I Wayan Tarma (64) atau “Dolar” bersama sang istri 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - “AMOR RING ACINTYA. Dunia seni Bali kehilangan salah satu seniman besar Wayan Tarma atau yang lebih dikenal dengan panggilan DOLAR. Om swargantu, moksantu, sunyantu, murcantu. Om ksama sampurnaya namah swaha. SEMOGA ATMAN MENYATU DENGAN BRAHMAN.”

(Petruk Kaget Dikabarkan Meninggal Dunia, ‘Semua Kerabat Pelawak Menelepon’)

Demikian salah satu ucapan belasungkawa di Group Facebook Suara Badung yang diposting oleh akun Ajunk Satria Pinatih atas meninggalnya seniman Wayan Tarma alias Dolar (65), Sabtu (9/7/2016) pagi.

(Saat Pelawak Wayan Dolar Ajarkan Cucu Bernyanyi Bali, Tiba-Tiba Kesemutan Hingga Hilang Ingatan!)

Ucapan belasungkawa pun terus meramaikan media sosial (medsos) sejak pagi hingga tadi malam.

Pelawak legendaris asal Banjar Siladan, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, ini menghembuskan napas terakhirnya pukul 05.20 Wita, Sabtu (9/7/2016), bertepatan Hari Raya Tumpek Landep di RSUD Bangli.

(Saat Dilarikan ke RSUD Bangli, Pelawak Wayan Dolar Sempat Bernyanyi, Lirik Lagunya Tak Jelas)

Dolar meninggal akibat stroke yang dideritanya sejak 17 Juli 2012. Sebelum dilarikan ke RSUD Bangli, ia sempat memuntahkan darah segar dari mulutnya pada pukul 04.20 Wita.

Keluarga tidak mendapatkan firasat apapun menjelang kepergian Dolar.

Bahkan pada Jumat (8/7/2016) sore, Dolar sempat metembang Geguritan di halaman rumahnya bersama saudara dan keluarganya.

Kepergian Dolar merupakan duka yang mendalam bagi keluarganya, walaupun demikian pihak keluarga terlihat sangat tegar dan mengiklaskan kepergian pria dari 13 bersaudara ini.

Nyoman Payu (75), kakak Dolar, menyampaikan prosesi pengabenan direncanakan pada Sabtu (16/7/2016), dan pengambilan jenazah pada Sabtu (15/7/2016) pukul 16.00 Wita.

"Sekarang jenazah masih dititipkan di RSUD Bangli," ujar Payu saat ditemui di rumah duka, kemarin.

Sahabat Dolar, Nyoman Subrata alias Petruk, merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Dolar.

Namun dia juga sudah mengikhlaskan kepergian sahabatnya, terlebih lagi karena stroke yang diderita sudah cukup lama.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved