Penutupan Bandara Ngurah Rai, 89 Penerbangan Ditunda
Penerbangan AirAsia QZ 7511 tujuan Denpasar-Jakarta yang penumpangnya sudah boarding bahkan terpaksa diturunkan lagi.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat ditutup pada Senin (18/7/2016) pagi.
Terlepas dari apakah yang benar lubang atau retakan, yang pasti kerusakan runway tersebut membuat landasan Bandara Ngurah Rai sementara ditutup baik untuk landing maupun take off pesawat karena ada perbaikan.
(Lubang di Runway 09 Bikin Bandara Ngurah Rai Tutup 1,5 Jam)
Penutupan dengan notam nomor A.2077/16 tanggal 18 Juli 2016 dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan 10.30 Wita.
Ribuan penumpang pun terpaksa harus menunggu penerbangan saat bandara ditutup selama 1,5 jam tersebut.
Terminal domestik pun dipadati penumpang yang menumpuk. Petugas customer service sejumlah maskapai penerbangan dikerumuni para calon penumpang yang ingin tahu kejelasan informasi penutupan.
"Semua sudah dipertimbangkan dengan matang dan kami mengambil keputusan untuk close (tutup) karena penerbangan saat itu tak padat. Jadi kami melakukan perbaikan sementara kemudian pagi dini hari besok (pagi tadi, red) kita lakukan perbaikan penuh untuk retakan aspal yang ada. Perbaikan akan dilakukan pada pukul 02.00 sampai 05.00 Wita dengan pertimbangan pada waktu itu tidak ada penerbangan sama sekali," tandas General Manager Angkasa Pura (AP) I Airport I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo.
Dampak dari penutupan sementara bandara menyebabkan sembilan pesawat yang harus divert atau mendarat darurat di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Internasional Lombok (BIL).
Salah satunya pesawat Lion Air dari Semarang tidak bisa mendarat di Bandara Ngurah Rai.
Pendaratan dialihkan ke Lombok setelah sempat beberapa menit berputar-putar di holding point di atas Bandara Ngurah Rai.
Dua penerbangan juga harus melakukan return to base (RBT) atau kembali ke bandara keberangkatan.
Padahal, pesawat tersebut sudah melakukan holding (menunggu di udara) untuk mendarat di Bandara Ngurah Rai.
Satu di antaranya pesawat Citilink yang terbang dari Bandara Juanda Surabaya harus kembali ke bandara asal.
"Informasi yang kami terima, mendadak ditemukan lubang pada runway untuk diperbaiki. Jam 11.00 Wita baru dibuka," kata Soedjoko Dalijo, Station Manajer Citilink Surabaya, kemarin.
Dalijo tidak bisa berbuat banyak karena pemberitahuan itu mendadak.
Pesawat Citilink juga hanya bisa terbang di udara tanpa bisa ke tujuan sesuai waktu.
Pesawat ini pun kembali ke Bandara Juanda.
Beberapa pesawat yang mengalami penundaan kedatangan domestik akibat divert atau RBT antara lain Lion Air JT 30, Lion Air JT 31, Garuda GA 438, Citilink QG 850, dan AirAsia XT7629. Semuanya dari tujuan Jakarta-Denpasar.
Kemudian ada NamAir IN 9176, Garuda GA 338 dan Citilink QG 642 dari Surabaya-Denpasar.
Dua lagi dari Maumere-Denpasar, yakni Kalsar KD 679 dan Wingair IW 1821.
Untuk kedatangan internasional yang ditunda antara lain Singapore Airline SQ5276, Tiger Air TR2282, dan Silkair MI176.
Selain itu, sekitar 25 penerbangangan lainnya terpaksa harus mengalami penundaan alias delay.
Menurut data yang disampaikan petugas Angkasa Pura I, 25 penerbangan yang delay adalah penerbangan dari pukul 07.20 Wita sampai dengan jadwal pukul 10.50 Wita.
Bahkan menurut informasi, hingga pukul 15.00 Wita jadwal penerbangan reguler belum tertata dengan baik.
Adapun keberangkatan domestik yang ditunda adalah tujuan Denpasar-Jakarta, yakni Garuda GA 403, Lion Air JT 31, dan Lion Air JT 17.
Penerbangan AirAsia QZ 7511 tujuan Denpasar-Jakarta yang penumpangnya sudah boarding bahkan terpaksa diturunkan lagi.
Penerbangan lainnya yang ditunda adalah tujuan Denpasar-Surabaya yaitu Lion Air JT 860, AirAsia XT 629, Garuda GA 341, dan Citilink QG 643. Sisanya tujuan Maumere, Lombok, dan Labuhan Bajo.
Selain domestik, beberapa penerbangan internasional juga ada yang ditunda.
Di antaranya Citilink QG7300 tujuan Dili, Garuda GA856 ke Hongkong, Hongkong Airline HX1956 ke Hongkong, dan Sriwijaya SJ270 ke Dili.
Penerbangan kembali normal setelah dilakukan perbaikan.
"Perbaikan sekitar 35 sampai 40 menit untuk menjamin safety landing maupun take off," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona.
Kerusakan landasan pacu ini kemungkinan besar karena waktunya perbaikan dan juga akibat cuaca yang kadang panas kemudian hujan.
Sebelumnya, pada 4 Mei 2016, Bandara Ngurah Rai juga sempat ditutup karena runway mengalami kerusakan berupa pengelupasan aspal dan retak-retak.
Kerusakan di Runway 09 kurang lebih 100 cm X 70 cm dari ujung barat 800 m.
Terdapat 89 penerbangan yang ditunda baik domestik maupun internasional, selama penutupan dari pukul 18.07 Wita hingga pukul 21.50 Wita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pesawat-aggal-terbang_20160719_093505.jpg)