Bali Mandara Mahalango

Siwa Loka pun Diserang Dalam Cerita Mahesa Sura

Tari Mahesa Sura yang terinspirasi dari kisah Mahesa Sura merupakan iblis yang mendapat penganugerahan dari Dewa Siwa.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Tabuh dan Tari Inovatif Sanggar Tabuh dan Tari Siwer Nadi Swara Denpasar tampil di Bali Mandara Mahalango 2016, di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali Rabu (20/7/2016) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sanggar Seni Siwer Nadi Swara, Denpasar tampil membawakan tari dan tabuh inovatif pada event Bali Mandara Mahalango, di Art Centre, Denpasar, Bali, Rabu (20/7/2016) malam.

Pagelaran tari dan tabuh ini sebelumnya dijadwalkan di kalangan terbuka Widya Mandala, namun karena hujan yang cukup deras, akhirnya pagelaran seni tabuh dan tari ini diadakan di kalangan Angsoka yang berdekatan dengan kalangan terbuka Widya Mandala.

Rata-rata usia penabuh dari Sanggar Seni Siwer Nadi Swara yang masih anak-anak, menjadi hiburan tersendiri bagi penikmat seni yang hadir di Kalangan Angsoka.

Meskipun dengan usia yang masih terbilang anak-anak, namun pada tabuh pembukaan "Tabuh Purwa Parcisma" yang dibawakan tidak kalah saing dengan penampilan orang-orang dewasa sekalipun, dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton.

Dari beberapa penampilan yang ditampilkan yang mendapat apresiasi yang sangat besar dari penonton adalah pagelaran tari dan tabuh "Mahesa Sura".

Tari Mahesa Sura yang terinspirasi dari kisah Mahesa Sura merupakan iblis yang mendapat penganugerahan dari Dewa Siwa.

Dengan kesaktian yang amat sebanding dengan Dewa Siwa, Mahesa Sura yang dibutakan dengan kekuatan jahatnya berencana menyerang dan menguasai Siwa Loka.

Pada akhirnya Dewa Brahma dan Dewa Wisnu memberikan nasihat kepada Dewa Siwa agar Dewi Parwati menjelma dalam wujud saktinya yaitu Dewi Durga agar bisa membinasakan iblis Mahesa Sura.

Iblis itupun bisa dikalahkan dengan kekuatan yang dimiliki sakti (istri) dari Dewa Siwa ini.

Dewa Siwa dan para dewa pun akhirnya merasa lega.

Tidak ada lagi yang mengancam Siwa Loka.

Siwa Loka pun kembali dalam keadaan tentram dan aman.

Seiring berakhirnya cerita ini, pagelaran tari dan tabuh ini pun ditutup dengan Tabuh Gilak dari sanggar seni Siwer Nadi Swara, Denpasar. (*)

Penulis: i kadek karyasa
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved